Kemenag Teliti Alquran Salah Cetak

Rabu, 05 September 2012 – 17:37 WIB
JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) bertindak cepat untuk mengatasi beredarnya Alquran salah cetak di masyarakat. Institusi yang dipimpin Suryadharma Ali itu segera melakukan penelitian terhadap Alquran yang ayat-ayatnya tidak sesuai.

Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag, Machasin, mengatakan, laporan tentang adanya Al Quran salah cetak sudah ia terima. Penindakan, kata dia, segera dilakukan setelah ada penelitian lebih lanjut.

"Kalau salah cetak harus ditarik,” kata Machasin saat menghadiri simposium internasional tentang peran serta strategis pendidikan agama dalam pengembangan budaya damai di Kantor Kemenag, Jl. MH.Thamrin No.6, Jakarta, Rabu (5/9).

Kemenag juga belum mengetahui penyebab adanya Al Quran salah cetak itu. Tapi, sesuai prosedur, semua Al Quran yang beredar harus melalui proses verifikasi terlebih dahulu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Lembaga Percetakan Al Quran (LPQ), Sarmidin Nasir, menemukan kesalahan cetak pada Alquran yang kini telah menyebar di masyarakat. Salah satu sampel Alquran yang salah cetak diambil dari Kemenag Kabupaten Bogor.

Kesalahan terdapat pada halaman 88. Seharusnya, halaman tersebut  berlanjut ke halaman 89, tetapi justru balik ke halaman 57. Berikutnya halaman kurang atau isi kurang mulai halaman 89 sampai 120.

Kesalahan lain adalah perubahan tanda baca (harokat) kasroh menjadi tanwim pada halaman 339. Petikan ayat tersebut seharusnya berbunyi bi afwahikum. Namun karena terdapat kesalahan tanda baca, bunyinya menjadi bin afwahikum.

Sarmidin juga menemukan adanya ayat  gundul atau tidak memiliki tanda baca pada 367. Beberapa kesalahan lainnya berupa adanya halama membayang sehingga tidak bisa dibaca lalu beberapa ayat yang tercetak keriput. Kertas keriput membuat hurufnya terpotong-potong. (abu/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Dua Pejabat ESDM Tersangka Korupsi Segera Diadili

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler