Kemenaker: Pelatihan di BLK Dilengkapi Sertifikasi dan Penempatan Kerja

Jumat, 19 Maret 2021 – 22:50 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Foto dok Kemenaker

jpnn.com, MAKASSAR - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menginginkan pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) juga mengombinasikan sertifikasi dan penempatan.

Hal itu diingatkan supaya, selain mendapatkan keterampilan dan sertifikasi, lulusan BLK juga mendapatkan kepastian penempatan. 

BACA JUGA: Kemenaker Terapkan 2 Reformasi Dukung Pembangunan SDM Terampil di Era Jokowi

"Proses yang berjalan itu harus dalam satu tarikan napas. Pelatihan kompetensinya, kemudian sertifikasi, dan kemudian berorientasi pada penempatan," kata Menaker Ida usai membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi Angkatan I Tahun 2021 di BLK Makassar, Jumat (19/3).

Untuk mewujudkan hal tersebut, saat ini pihaknya menerapkan kebijakan 6R, yaitu reformasi kelembagaan, redesain substansi pelatihan, revolusi SDM, revitalisasi fasilitas dan sarana prasarana, rebranding BLK, dan relationship. 

BACA JUGA: Ini 10 Cara Mudah Mencegah Serangan Jantung

Pelaksanaan pelatihan di BLK juga diperkuat dengan berbagai jalinan kerja sama dengan dunia industri setempat guna memastikan pelaksanaan pelatihan telah sesuai dengan kebutuhan industri. 

Selain itu, BLK juga dilengkapi dengan Kios3in1 yang mempertemukan stakehokders ketenagakerjaan dalam hal pelatihan, sertifikasi, dan penempatan. 

BACA JUGA: LTSA Kemenaker Memudahkan Akses Perlindungan dan Kepastian Hukum bagi Pekerja Migran

"Kami tidak ingin BLK ini justru melahirkan pengangguran baru. Inilah mengapa dibutuhkan link and match," katanya. 

Sementara, Dirjen Binalattas Kemnaker Budi Hartawan menambahkan, selain pembukaan pelatihan, dalam kesempatan ini juga diresmikan gedung Aula Syech Yusuf, gedung Asrama Ainun Habibi, dan Kios 3in1 di BLK Makassar. 

"Serta melakukan penandatanganan MoU dengan PT. Hadji Kalla sebagai wujud sinergitas antara pemerintah dengan dunia usaha dan dunia industri," kata Budi. 

Sekda Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Hayat Gani menuturkan, pihaknya sangat bersyukur karena di tengah keterbatasan dalam membina dan mengembangkan tenaga kerja, mendapat solusi dengan keberadaan tiga BLK milik Kementerian Ketenagakerjaan, yakni Kota Makassar, Kabupaten Pangkep, dan Kabupaten Bantaeng. 

“Kami berharap kepada Ibu Menteri agar BLK dapat lebih dikembangkan lagi pada kabupaten/kota lainnya, mengingat jumlah angkatan kerja pada September 2020 sebesar 4.276.437, dari jumlah penduduk sebesar 8.888.763 orang, dan tentunya akan terus bertambah,” papar Abdul. 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi, berharap pelatihan BLK bisa menjadi sarana peningkatan keterampilan masyarakat, sehingga pada akhirnya akan mengurangi angka pengangguran.

"Sangat banyak manfaatnya, karena dengan mengikuti pelatihan di BLK, maka kami bisa mendapatkan soft skil yang mumpuni, dan mereka bisa memiliki keterampilan khusus sebelum terjun ke dunia kerja," ucap Rusdi.(ikl/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cita Citata: Dipikir Baik, Ternyata Maling Uang


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler