Kemendagri Akan Sampaikan Masalah Pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto dalam Rakortekrenbang

Jumat, 21 Januari 2022 – 15:23 WIB
Direktur SUPD II Kemendagri Iwan Kurniawan meninjau pelabuhan Tanjung Adikarto. Foto: Puspen Kemendagri

jpnn.com, KULON PROGO - Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah (SUPD) II Iwan Kurniawan meninjau kondisi Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarto di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kehadiran Iwan di Kulon Progo mewakili Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Sugeng Hariyono.

BACA JUGA: Kemendagri Minta Boyolali Secepatnya Sediakan PBG untuk Pengganti IMB

Dalam kunjungannya, Iwan disambut oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Bayu Mukti Sasongka dan Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo Armansyah Gatot Subroto.

Ketiganya membahas berbagai kendala yang membuat pelabuhan tersebut belum beroperasi secara maksimal, kondisi infrastruktur, dukungan pihak terkait, dan potensi yang ada.

BACA JUGA: KORPRI Kemendagri Serahkan Bantuan Untuk Korban Gempa Pandeglang

Berbagai permasalahan yang ditemukan Iwan juga akan dibahas pada Rapat Koordinasi Teknis dan Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) bersama pemerintah daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan kementerian/lembaga lainnya pada Februari 2022.

Salah satu pembahasan mereka ialah program strategis pembangunan Tanjung Adikarto agar kementerian dan lembaga memberi perhatian terhadap agenda tersebut.

BACA JUGA: Kemendagri Ingatkan Pemda Semarang Segera Terbitkan Perda Retribusi PBG

“Untuk isu ini akan kami kawal di Rakortekrenbang supaya ada angka, kegiatan, dan anggaran yang diturunkan oleh kementerian atau lembaga untuk menindaklanjuti pertemuan ini,” kata Iwan, Kamis (20/1).

Sementara itu, Bayu berharap Kemendagri bisa berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait lainnya untuk mendukung pembangunan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Gatot juga menyampaikan hal senada. Dia berharap pembangunan bisa segera terwujud karena memiliki banyak dampak positif bagi kehidupan masyarakat sekitar.

"Multiplier effect-nya akan banyak dengan adanya pelabuhan ini, jadi kami sangat menunggu-nunggu pelabuhan ini bisa segera beroperasi,” ujar Gatot.

Bayu dan Gatot mengaku siap mendukung berbagai upaya yang dilakukan Kemendagri dalam mendukung pembangunan di pelabuhan tersebut.

Tanjung Adikarto yang telah dibangun sejak 2005 belum beroperasi secara maksimal karena terbatasnya infrastruktur, seperti keberadaan pemecah ombak yang kurang memadai.

Akibatnya, nelayan kesulitan menyandarkan perahu di dermaga utama Tanjung Adikarto karena ombaknya terlalu besar.

Selain itu, jalur masuk perahu ke arah dermaga juga tertutup akibat sedimentasi sehingga menyulitkan nelayan mengakses fasilitas tersebut. (mcr9/jpnn)


Redaktur : Adek
Reporter : Dea Hardianingsih

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler