Kemendagri Gelar PIN Pertama Kali di Aceh

Sabtu, 17 Oktober 2015 – 07:22 WIB
Mendagri Tjahjo Kumolo. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - KEMENTERIAN Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Pekan Inovasi Perkembangan (PIN) Desa/Kelurahan untuk pertama kalinya di Kota Banda Aceh. PIN ke-I ini disandingkan dengan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional ke XVII yang diselenggarakan di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Kamis (8/10).

“Semoga kegiatan ini bermanfaat, tidak hanya bagi Kemendagri, tidak hanya bagi Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, tapi juga masyarakat secara umum,” ujar Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, mengawali sambutannya pada acara tersebut.

BACA JUGA: Wow, PDIP Punya Kantor Perwakilan di Korea Selatan

Mendagri berharap, kegiatan ini dapat melahirkan inovasi-inovasi baru untuk pengembangan pada tingkat desa, kecamatan hingga nasional. Pemerintah mulai dari pusat hingga tingkat desa, ujar Mendagri, harus punya inovasi untuk meningkatkkan pembangunan. “Ini harus terus ditingkatkan untuk melihat perkembangan desa,” tandas Mendagri.

Mendagri sangat yakin kedepan desa akan semakin maju dan modern. Untuk itu, Mendagri menginginkan agar kegiatan TTG dapat terus diselenggarakan mengingat perannya yang sangat strategis.

BACA JUGA: Pengamat Ini Yakin Rio Hanya Kambing Hitam

“Memberdayakan masyarakat desa, mengembangkan potensi desa, sehingga menjadi desa yang maju, berdaulat, mandiri dan berkepribadian bisa segera terwujud,” tegas Mendagri.

Sementara itu Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Dirjen BPD) Nata Irawan menegaskan, PIN dan TTG merupakan kegiatan yang dirancang untuk mengetahui tingkat perkembangan desa. Hal ini diwujudkan melalui peningkatan tata kelola, peningkatan pelayanan publik, pemanfaatan teknologi tepat guna dan daya saing desa.

BACA JUGA: Bantu Padamkan Karhutla Indonesia, Jepang Kirimkan 2 Ton Cairan

“Inovasi perkembangan desa lebih difokuskan pada upaya desa menggunakan sumber-sumber potensi desa dan teknologi desa untuk pembangunan desa,” ujar Nata.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Aceh Zaini Abdullah juga berharap agar kegiatan PIN/TTG ini dapat memberi daya dorong yang lebih kuat untuk membangun desa di seluruh Indonesia.

Membangun Indonesia sebagaimana disebutkan dalam Nawa Cita, kata Zaini, lebih banyak difokuskan pada wilayah perdesaan. “Kita perlu dukung. Banyak SDM di Indonesia ini berasal dari desa. Desa justru jadi penopang ekonomi nasional yang harus kita perkuat,” ujar Zaini.

Lebih lanjut, Zaini juga menyinggung tentang keberadaan Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa yang memberikan ruang bagi desa untuk mengembangkan potensi yang ada, termasuk mengembangkan teknologi tepat guna. Dengan demikian, kata Zaini, diharapkan desa mampu menunjukkan identitasnya dalam rangka pembangunan ekonomi nasional.

“Pengembangan ekonomi desa dengan memanfaatkan teknologi maju itu lah yang kita harapkan,” tandas Zaini.

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri juga memberikan penghargaan langsung kepada daerah berprestasi dan masyarakat pemenang lomba inovasi nasional. Penghargaan yang dinamakan Upakarya Wanua Nugraha diberikan kepada 4 provinsi, 3 kabupaten, dan 3 kota, yakni: Provinsi Jawa Tengah, Provini Sumatera Barat, Provinsi DI Yogyakarta, Provinsi Aceh, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Tanggerang, Kabupaten Siak, Kota Bengkulu, Kota Banjar Baru dan Kota Ambon. Daerah tersebut dinilai telah mendorong desanya menjadi desa yang maju, berswadaya, dan mempunyai motivasi dalam perkembangan desa.

Adapun Lomba Posyantek Berprestasi Tingkat Nasional diraih oleh Posyantek Tekno Mitra Giri (Juara Pertama) dari Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah; Posyantek Bonjer (Juara Kedua) dari Kecamatan Kebon Jeruk, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta; Posyantek Harapan Kita (Juara Ketiga) dari Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur; Mutiara (Juara Harapan I) dari Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, Aceh; Maju Bersama (Juara Harapan II) dari Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat; Tampomas (Juara Harapan III) dari Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Sedangkan pemenang Lomba Inovasi Tepat Guna Tingkat Nasional Tahun 2015 diraih oleh Tri Waluyo (Juara Pertama) dengan judul inovasi Alat Penghemat BBM dengan Teknologi Pengkabutan; Rezayanti Novia Putrika Dewi dkk (Juara Kedua) dengan inovasi Alien Lox (Kunci Kendaraan Bermotor Berbasis Teknologi Android; dan M. Arifin dkk (Juara Ketiga) dengan inovasi Alat Pengangkat Galon Pada Gedung Bertingkat.  (Puspen Kemendagri/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tidak Sulit Menjawab, Siapa Pengganti Patrice Rio Capello?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler