Kemendikbud: Lulusan Prodi Magister Terapan Lebih Siap Pakai

Jumat, 29 Mei 2020 – 22:51 WIB
Dirjen Diksi Kemendikbud Wikan Sakarinto. Foto: Mesya/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wikan Sakarinto mengatakan, program studi (prodi) magister (S2) terapan lebih banyak keunggulannya karena mahasiwa hanya mendapatkan sedikit teori. Paling banyak praktik ke industri dan dunia kerja

"Prodi magister terapan ini, 60 persennya praktik, 40 persen teori. Itu sebabnya, lulusannya sudah siap pakai (kerja)," kata Dirjen Wikan dalam telekonferensi di Jakarta, Jumat (29/5).

BACA JUGA: Program Magister Ilmu Komunikasi UMB Resmi Berakreditasi A

Dijelaskan Dirjen Wikan, sejak tahun akademik 2013, Indonesia telah memiliki program magister terapan dan terus berkembang serta bertambah banyak sampai saat ini. Program ini menjadi alternatif pilihan studi untuk level pascasarjana. Sampai saat ini, terdapat 23 politeknik dan beberapa universitas serta institut di seluruh Indonesia yang sudah membuka program S2 Terapan.

"Keberadaan S-2 Terapan ini tujuannya untuk memberikan alternatif pendidikan yang dapat memenuhi kebutuhan SDM profesional secara kompeten," ujar Dirjen Diksi.

BACA JUGA: 126 Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UMB Gelar PPM di Karawang

Wikan menjelaskan, Program Magister Terapan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) profesional yang berkompeten sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia kerja. Selain aspek teknis yang semakin dimatangkan, maka aspek softskills dan kepemimpinan merupakan karakter keunggulan lulusan program ini.

Lebih jauh, menurut Dirjen Wikan, kemampuan problem solving hendaknya dibentuk dengan skema project-based learning dan perkuliahan berbasis praktik yang tinggi untuk menguatkan kemampuan analisis pada problem-problem riil di industri dan dunia kerja.

BACA JUGA: Buku Ketua Apkasi jadi Acuan di Program Magister UI

Kemampuan teknis yang mumpuni tersebut, disertai wawasan perkembangan dan penerapan teknologi, serta ilmu pengetahuan yang terus berkembang.

"Yang tidak kalah penting yaitu, menciptakan inovator kreatif yang akan berdampak pada daya saing industri di kompetisi global," ungkap Wikan.

Pada kesempatan sama, Direktur Politeknik Negeri Padang (PNP) Surfa Yondri menjelaskan, program Magister Terapan ini lebih ditekankan pada implementasi model pembelajaran yang diterapkan seperti, blended learning, project atau studi kasus yang bersifat problem solver, team teaching yang kolaboratif dengan menggunakan aplikatif tools dan dukungan kerja sama dari pemerintah, industri, serta peran pengajar.

Sementara Ketua Program Studi Akuntansi, Amy Fontanella menjelaskan, porsi pembelajaran teori dan praktik Program MT-SIA PNP proporsional karena bercirikan pendidikan vokasi. Sebagai Program Magister Terapan, MT-SIA PNP memberikan bobot yang besar pada aspek praktik.

Sebagai lembaga pendidikan vokasi, PNP didukung oleh berbagai jenis industri dan instansi pemerintah, di antaranya PT. Semen Padang, PT. PLN (Persero), Pemerintah Daerah di Sumatera Barat, Kantor Akuntan Publik, BPK, BPKP, Dirjen Pajak, PT. Ultima Tekno Solusindo (Accurate Accounting Software), PT.Panin Sekuritas dan lainnya.

Adapun jadwal penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2020/2021 menurut Fontanella diawali pendaftaran dari 18 Mei sampai 31 Juli 2020. Seleksi berkas dan wawancara akan dilakukan pada 1 sampai 7 Agustus 2020. Pengumuman seleksi dilakukan pada 10 Agustus 2020.

Pendaftaran ulang bagi calon mahasiswa dilakukan pada 11 sampai 21 Agustus 2020. Kemudian matrikulasi dilakukan pada 24 Agustus 2020 sanpai 19 September 2020. Awal perkuliahan dimulai 21 September 2020. (esy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler