Kemenhub Gandeng Pihak Ketiga Kelola Jembatan Timbang

Rabu, 20 September 2017 – 19:19 WIB
Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto saat meninjau kesiapan Jembatan Timbang di Tuban, Jawa Timur, Jumat (3/3). Foto Yessy Artada/jpnn.com

jpnn.com, SEMARANG - Kementerian Perhubungan menyelenggarakan Sosialisasi Pilot Project Pengelolaan Jembatan Timbang di Semarang, Rabu (20/9).

"Kementerian Perhubungan melibatkan pihak ketiga untuk melakukan kajian dalam rangka mencari bagaimana wujud pengelolaan Jembatan Timbang yang ideal," kata Plt. Direktur Pembinaan Keselamatan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Pandu Yunianto.

BACA JUGA: IT Jembatan Timbang Senawar Diklaim Mampu Minimalisir Pungli

Seperti bagaimana standar ideal Jembatan Timbang yang baik kedepannya, apakah lokasi Jembatan Timbang saat ini masih layak jika dikaitkan dengan perkembangan wilayah, kota, dan jalan?

"Hal ini yang perlu dikaji," katanya.

BACA JUGA: Thomas Lembong Bakal Pelajari Proyek-proyek Kemenhub

Terdapat 141 jembatan timbang, 26 yang dioperasikan, dan sembilan di antaranya dijadikan pilot project.

Ada tujuh lokasi Jembatan Timbang yang dijadikan pilot project oleh pihak ketiga, yaitu Losarang, Wanareja, Widang, Widodaren, Seumadam, Sarolangun, Senawar Jaya.

BACA JUGA: Jajaki Investasi Asing, Kemenhub Gandeng BKPM

Kemudian dua pilot project jembatan timbang dilaksanakan oleh Ditjen Perhubungan Darat yaitu Balonggandu dan Macoppa.

"Saya pribadi punya gagasan untuk memberi efek jera yaitu kendaraan yang melakukan pelanggaran muatan lebih tidak boleh melanjutkan perjalanan," kata Pandu.

"Selama kendaraannya ditahan di area Jembatan Timbang, dia dikenakan charge (biaya), mungkin perjam atau gimana, ini kan kalau diakumulasi jumlahnya besar juga, saya pikir akan membuat jera," lanjutnya.

Diharapkan dengan pilot project ini nantinya bisa dihasilkan rekomendasi untuk menyusun bagimana konsep SOP (Standar Operasi Prosedur) pengelolaan Jembatan Timbang yang ideal.

"Kalau sudah dihasilkan SOP, nanti desain dari jembatan timbang ini akan seperti apa, luas area yang dibutuhkan berapa, jenis fasilitas yang dibutuhkan apa saja, termasuk juga mengevaluasi lokasi Jembatan Timbang, apakah masih layak, masih sesuai. Kalau tidak sesuai apakah harus ditutup atau harus direlokasi," tandas Pandu.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Indonesia Serah Terimakan Pengelolaan Dana RFC ke Malaysia


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler