Kemenhub Kembangkan Inovasi Optimalkan Tol Laut

Senin, 10 Desember 2018 – 09:11 WIB
Kapal Tol Laut. Foto Ilustrasi: Foto dok Humas Kemenhub

jpnn.com, SURABAYA - Ditjen Perhubungan Laut terus melakukan inovasi untuk mengoptimalisasi penyelenggaraan tol laut yang telah memasuki usianya yang ke-4 tahun pada tahun ini.

Salah satu bentuk inovasi untuk mendukung optimalisasi penyelenggaraan tol laut adalah dengan mengembangkan konsep Tol Iaut yang terintregasi dan terkoneksi end to end yang menghubungkan antar wilayah di Indonesia serta dapat menjangkau wilayah T3P (Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan).

BACA JUGA: Berdiskusi di Seknas Prabowo, Soroti Gaya Komunikasi Jokowi

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko menjelaskan, konsep tol laut yang terintregasi dan terkoneksi end to end untuk wilayah T3P akan diterapkan pada 2019.

Capt. Wisnu mengatakan, untuk keberhasilan konsep tersebut agar bisa diimplementasikan ke wilayah T3P diperlukan terobosan salah satunya melalui inovasi media pengangkutan yaitu mini kontainer (MiniCont).

BACA JUGA: Program Tol laut Diharapkan Mampu Beri Kontribusi Nyata

"MiniCont merupakan salah satu solusi bagi dunia logistik yang memiliki banyak keunggulan khususnya untuk negara kepulauan seperti Indonesia ini," ujar Capt. Wisnu dalam siaran persnya, Senin (10/12).

Menurut Capt. Wisnu, untuk di Surabaya, konsep tol Iaut dimulai dengan kapal utama dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dengan kapasitas muatan container sampai dengan 300 Teus, berangkat menuju Hub Port seperti Batam, Bitung/Tahuna, Kupang, Saumlaki dan Biak.

BACA JUGA: Tiongkok Rampungkan Jembatan Lintas Laut Terpanjang di Dunia

Setelah tiba di Hub port, muatan kemudian dipindah ke kapal feeder (KM Kendhaga Nusantara) dengan kapasitas 100 Teus menuju ke pelabuhan pengumpan regional.

Selanjutnya muatan maksimal 20 box diangkut ke kapal perintis (KM Sabuk Nusantara) menuju pelabuhan pengumpan lokal. Kapal perintis merupakan kapal kecil dengan bobot 2000 GT sehingga sangat cocok dengan karakteristik MiniCont yang berukuran sekitar 7 feet.

Dan kemudian MiniCont diangkut oleh kapal LCT 50 GT dan Pelra 35 GT untuk dikirim ke pulau-pulau terpencil seperti wilayah Miangas Kakorotan, Sanana, Bovendigul, Membramo dan lain-lain.

“Dengan dimensi dan karakteristik MiniCont, saya optimis bahwa program tol Iaut dapat berjalan dengan baik untuk menjangkau daerah T3P di seluruh penjuru Indonesia,” jelas Capt. Wisnu.

Capt. Wisnu menambahkan, keberhasilan konektivitas end to end program tol laut selain didukung oleh angkutan laut perintis dan Pelra juga perlu didukung oleh angkutan udara perintis, angkutan penyeberangan perintis dan angkutan jalan raya cargo perintis.

"Semoga pada 2019, penyelenggaraan tol laut bisa terus memberikan hasil positif berupa penurunan disparitas harga antara wilayah Barat Indonesia dengan wilayah Timur Indonesia. Untuk itu, saya mengajak semua kementerian dan lembaga serta stakeholder terkait bersama-sama memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan tol laut yang lebih baik lagi," tandas Capt. Wisnu.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tahun Ini Ada 15 Feeder, Optimalkan Kapal Tol Laut


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler