Kemenhub: Terbukalah Simpul-simpul Ekonomi

Minggu, 29 Mei 2016 – 23:51 WIB
ILUSTRASI. FOTO: Malut Post/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akhirnya merampungkan pembangunan Pelabuhan Penyeberang Penarik di Pulau Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Peresmian ini dilaksanakan oleh ‎Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Pudji Hartanto, Sabtu (28/5).

Menurut Pudji, pembangunan ‎pelabuhan tersebut dapat menunjang ekonomi dan meningkatkan daerah Kabupaten Lingga. Sebab, selama ini, Kabupaten Lingga mengalami kelambatan penyerapan ekonomi yang lamban lantaran tidak didukung dengan akses transportasi.

BACA JUGA: Optimalkan Bandara Kualanamu, AP II Gandeng GVK Airports

“Pelabuhan ini melayani lintas penyeberangan Dabo-Penarik dan sekaligus menghubungkan Pulau Singkep dengan Pulau Lingga di Kabupaten Lingga," bunyi siaran pers Pudji yang diterima Minggu (29/5).

‎Dengan adanya pelabuhan tersebut, menurut dia, terbukalah simpul-simpul ekonomi untuk menyokong ekonomi Kabupaten Linggau.

BACA JUGA: Proyek Makin Moncer, KAI Butuh Ribuan Pegawai Baru

“Harapannya ya untuk membuka konektivitas transportasi antar pulau, khususnya Pulau Singkep dan Pulau Lingga di Kabupaten Lingga. Kemudian tercipta pelayanan transportasi antar pulau," bebernya.

Mengenai operasional dan pengelolaan pelabuhan tersebut, Kemenhub memberikannya kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga.

BACA JUGA: Pentingnya Kekuatan Hukum Tetap Untuk Bisnis dan Investasi

“Pelabuhan akan dilayani oleh kapal penyeberangan penumpang jenis Ro-Ro 500 GT KMP Sembilang, dengan kapasitas angkut 19 unit kendaraan campuran dan 150 penumpang yang merupakan optimalisasi kapal pada lintas penyeberangan Dabo-Telaga Pungkur dan Dabo -Tanjung Pinang,” terangnya.

Namun, Pudji berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga memperhatikan dan menjaga pelabuhan tersebut. Sebab, sarana yang bagus akan percuma tanpa dibarengi dengan perawatannya.‎

“Semoga bisa dijaga, keadaan fasilitasnya juga harus dicek secara rutin," tambah dia.  Seperti diketahui, Provinsi Kepulauan Riau berbatasan laut dengan negara Kamboja dan Vietnam.

Proyek pembangunan pelabuhan tersebut memakan dana dari anggaran belanja dan pendapatan negara (APBN) senilai Rp 39,8 miliar. 

Pembangunannya memakan waktu empat tahun yang dimulai sejak 2011 hingga 2015.‎‎ Namun, pelabuhan tersebut baru diresmikan Kemenhub, Sabtu (28/5) kemarin.(Mg4/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Stabilitas Harga Bahan Pokok Pertaruhan Posisi Mentan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler