Kemenkeu dan ICAEW Wujudkan Akselerasi Transisi Keuangan lewat IICSFE 2023

Kamis, 09 November 2023 – 20:30 WIB
Managing Director International ICAEW Mark Billington BFP FCA menyatakan pihaknya terus mendukung aksi Indonesia dalam merevolusi transisi keuangan. Foto: dok ICAEW

jpnn.com, JAKARTA - Managing Director International ICAEW Mark Billington BFP FCA menyatakan pihaknya terus mendukung aksi Indonesia dalam merevolusi transisi keuangan.

Menurutnya, hal itu dilakukan demi mewujudkan perkembangan ekonomi hijau yang lebih baik lagi.

BACA JUGA: Minta PPATK Waspadai Kejahatan Keuangan di Tahun Politik, Sahroni: Duit Pemilu Harus Halal

“Kami di ICAEW mendukung setiap anggota dan perusahaan anggota kami dalam mengelola keberlanjutan bisnis mereka, serta berbagi pengetahuan kami secara luas untuk mendorong gagasan dan inovasi untuk mewujudkan keuangan berkelanjutan," ungkap Mark dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (9/11).

Mark menyebut pada tahun lalu, ICAEW memperkenalkan ICAEW Sustainability Certificate yang mengajarkan ICAEW Chartered Accountants cara menerapkan keterampilan dengan prinsip keberlanjutan.

BACA JUGA: Lewat Cara Ini Kredit Pintar Dukung Akses Keuangan Merata di FinExpo 2023

ICAEW juga memperkenalkan program baru untuk mengajarkan dasar-dasar keuangan keberlanjutan kepada siswa di seluruh dunia guna memperkaya pengetahuan mereka pada awal 2023.

Kali ini, ICAEW menyelenggarkan International Indonesia Conference Sustainable Finance and Economy 2023 (IICSFE 2023) baru saja digelar pada 8 November 2023 secara hybrid.

Acara itu adalah wadah diskusi penting mengenai tantangan keuangan berkelanjutan dan pemberdayaan pembangunan transisi di Indonesia.

Konferensi yang mengangkat tema Accelerating the Development of Transition Finance ini merupakan bentuk kolaborasi yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) bersama dengan The Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW) dan turut didukung oleh United Nations Development Programme (UNDP), Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GiZ), serta Climate Policy Initiative (CPI).

IICSFE 2023 berhasil mempertemukan para pemangku kepentingan utama dalam membahas isu-isu kunci dalam mendukung keuangan berkelanjutan dengan mengangkat topik, yaitu transisi keuangan.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia Mahendra Siregar mengatakan Indonesia memiliki komitmen yang tinggi untuk menerapkan keuangan berkelanjutan dalam rangka memfasilitasi laju ekonomi yang rendah karbon.

"Saya percaya bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan transisi secara bertahap, sekaligus beriringan untuk mempertahankan pertumbuhan dan ketahanan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Mahendra.

Menurutnya, untuk mempercepat implementasi keuangan transisi, OJK saat ini tengah menyempurnakan taksonomi hijau dengan taksonomi berkelanjutan Indonesia dengan fokus pada sektor energi dan mineral.

"Penyempurnaan ini untuk memastikan keselarasan tujuan pembangunan berkelanjutan dengan memperhatikan aspek sosial dan perkembangan terkini di forum internasional, seperti ASEAN Taxonomy," ungkapnya.

Seperti diketahui, keuangan berkelanjutan merupakan salah satu agenda yang diprioritaskan dalam Paris Agreement yang juga turut membahas isu akan Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Febrio Kacaribu mengatakan Indonesia telah melakukan berbagai langkah nyata yang progresif untuk mengatasi tantangan-tantangan yang ada.

Inisiatif kebijakan seperti pembaruan taksonomi hijau, pemberlakuan harga karbon, dan Omnibus Law Sektor Keuangan menjadi cerminan tekad pemerintah Tanah Air dalam mendorong perubahan yang lebih terarah.

Di tingkat internasional, Indonesia saat menjadi Ketua G20 telah mempromosikan keuangan berkelanjutan dan turut serta membantu mendirikan Sustainable Finance Working Group (SFWG) di dalam forum G20.

"Kelompok ini bertujuan untuk mengidentifikasi rintangan yang ada di dalam institusi maupun pasar dan memiliki potensi menghambatnya laju transisi keuangan menuju ekonomi hijau,” ungkap Febrio.

Selain itu di kawasan regional, ASEAN juga memainkan peran penting dengan memperkenalkan kebijakan Taksonomi ASEAN yang telah mengakui penghentian penggunaan batu bara sebagai kegiatan transisi yang dapat dibiayai.

Konferensi ini mendorong kesadaran akan peran penting dari adanya keuangan transisi dalam menstimulasi perkembangan ekonomi yang berkelanjutan dan berkontribusi pada upaya global untuk mengatasi perubahan iklim. (mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler