Kemenko PMK Tutup PKN Revolusi Mental dengan Semangat Sumpah

Minggu, 28 Oktober 2018 – 22:15 WIB
Puan Maharani. Foto: Kemenko PMK

jpnn.com, MANADO - Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan resmi menutup Pekan Kerja Nyata (PKN) Revolusi Mental 2018 yang diselenggarakan di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Menurut Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK‎ Nyoman Shuida, penutupan ini berbarengan dengan peringatan sumpah pemuda yang ke-90.

BACA JUGA: Kalsel Bakal Jadi Tuan Rumah PKN Revolusi Mental Tahun Depan

Dia juga mengapresiasi seluruh elemen serta masyarakat yang telah mendukung berlangsungnya acara PKN Revolusi Mental 2018 di Manado.

Nyoman berharap keberlangsungan serta kesuksesan acara PKN Revolusi Mental 2018 dapat menjadi simbol penyemangat untuk bangsa Indonesia. Terlebih, penutupan acara PKN Revolusi Mental bertepatan dengan peringatan sumpah pemuda.

BACA JUGA: Semangat Sumpah Pemuda Tutup PKN Revolusi Mental 2018

"Semoga kesempatan ini menjadi momentum untuk berkontribusi dan semakin memperkuat berbagai praktik perubahan yang mampu berkontribusi terhadap kemajuan bangsa dan negara sesuai dengan semangat revolusi mental dan sumpah pemuda," ungkap Nyoman di Manado, Minggu (28/10/).

Pelaksanaan PKN Revolusi mental yang digelar sejak 26-28 Oktober 2018 dihadiri oleh Menteri kabinet kerja Joko Widodo (Jokowi). Mereka diantaranya, Menko PMK, MenPANRB, Menko Polhukam, Menko Perekonomian, Menko Maritim, dan Mendagri.

BACA JUGA: PKN Revolusi Mental Lihat Inovasi Pelayanan Publik

Sebanyak lebih dari 15 ribu orang hadir menyemarakkan berbagai kegiatan PKN Revolusi Mental yang diadakan di Lapangan Koni Sario Kota Manado. Selama tiga hari, berbagai kegiatan sudah diselenggarakan yang meliputi, pameran inovasi pelayanan publik dan kreativitas anak bangsa, pemutaran film bertema Revolusi Mental, Rembuk Nasional GNRM dan diakhiri dengan karnaval budaya pada hari ini.

Berbagai kegiatan yang diselenggarakan selama PKN Revolusi Mental Tahun 2018 ini merupakan cerminan nyata dari nilai-nilai revolusi mental yaitu integritas, etos kerja, dan gotong royong.

Menko PMK Puan Maharani juga sempat mengatakan, gerakan revolusi mental bertujuan mengubah Indonesia menjadi bangsa dan pribadi yang lebih baik.‎

"Gerakan Nasional Revolusi Mental pada intinya adalah sebuah gerakan menjebol penghambat kemajuan dan membangun peradaban yang memajukan bangsa dan negara" kata Puan.

Puan mengungkapkan, penyelenggaraan kali ini untuk mewujudkan praktek pembangunan budaya berkemajuan, khususnya sektor pelayanan publik. Seperti tepat waktu, informasi, transparan, prosedurnya, tanpa pungli, serta memudahkan dan nyaman.

"Pelayanan publik yang memberikan kenyamanan, kemudahan, dan kepuasan bagi masyarakat menuntut komitmen dari seluruh aparatur negara untuk bekerja dengan integritas, etos kerja, dan kebersamaan,” tandas dia. (cuy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemandirian Ekonomi Jawab Tantangan dan Persaingan Global


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler