Kemenpar Geber Strategi Pemasaran 10 Destinasi Prioritas

Selasa, 18 April 2017 – 12:50 WIB
Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar acara Kegiatan Workshop Indeks Daya Saing 10 Destinasi Prioritas Pariwisata atau biasa disebut 10 Bali Baru.

Perhelatan itu rencananya dilaksanakan di salah satu destinasi prioritas yakni Tanjung Lesung, Banten pada 20 hingga 22 April.

BACA JUGA: Menpar Minta Sriwijaya Air Tambah Direct Flight dari Tiongkok

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo dan Kemenpar telah menetapkan 10 Bali Baru yakni Danau Toba (Sumut), Bangka Belitung (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu dan Kota Tua (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jateng), Bromo-Tengger-Semeru (Jatim), Mandalika Lombok (NTB), Labuan Bajo (NTT), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti mengatakan, rencananya workshop ini digelar di tiga tempat yang semuanya menghadirkan perwakilam seluruh 10 Bali Baru.

BACA JUGA: Roadshow ke Airlines, Menpar Kantongi Garansi Dua Direct Flight dari AirAsia

Untuk workshop perdana akan dilaksanakan di Tanjung Lesung dengan mengundang Borobudur dan Bromo.

Untuk sesi kedua akan dilaksanakan di Tanjung Kelayang dengan mengundang pihak Kepulauan Seribu dan Danau Toba pada tanggal 4 hingg 6 Mei 2017 dan yang ketiga adalah Labuan Bajo mengundang Morotai, Wakatobi dan Mandalika dan akan dilaksanakan pada 22-24 Mei 2017.

BACA JUGA: Salut, Diplomat Bakal Ikut Lambungkan Nama Labuan Bajo di Mancanegara

“Untuk acara perdana di Banten, kami gelar ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kepada pihak terkait, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan industri pariwisata dalam hal peningkatan Indeks Daya Saing Kepariwisataan Nasional, khususnya Provinsi Banten karena ada destinasi prioritas di Banten yakni Tanjung Lesung,” beber Esthy.

Plt Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Hariyanto mengatakan, workshop tersebut juga akan mengundang pembicara-pembicara yang sangat kompeten.

Di antaranya adalah, dari pihak Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Kebijakan Publik Riant Nugroho, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten Enneng Nurcahyati dan PIC Tim Percepatan 10 Destinasi PIC Tanjung Lesung Ida Irawati yang bertindak sebagai tuan rumah, serta Konsultan TCI Mark Plus Jacky Mussry.

“Action-nya nanti adalah memberikan praktik merancang strategi pemasaran 10 destinasi pariwisata prioritas dan mencari solusi atas permasalahan yang menghambat pengembangan sektor pariwisata di Tanjung Lesung, Banten. Agar percepatan berjalan dengan baik dan tepat,” kata Hariyanto.

Hariyanto juga membeberkan, workshop tersebut juga diharapkan bisa melahirkan tersusunnya action plan Pemprov Banten untuk meningkatkan keunggulan indeks daya saing sesuai dengan KSPN Tanjung Lesung agar mempunyai portofolio keunggulan dan memiliki karakter tersendiri.

“Hingga kita semua bisa merumuskan bagaimana mencapainya serta kriteria yang diperlukan termasuk rekomendasi regulasinya. Itu akan dibahas dalam di workshop ini,” ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, sektor kepariwisataan penyumbang devisa yang cukup signifikan di Indonesia.

Pada tahun 2017, Kementerian Pariwisata menargetkan total kunjungan wisatawan sebanyak 280 juta wisatawan, yakni 265 juta wisatawan nusantara dan 15 juta wisatawan mancanegara.

“Untuk mencapai target tersebut, pemerintah melahirkan 10 Bali Baru. Untuk menunjang 10 Bali Baru, kita harus melakukan sebuah penilaian terhadap kesiapan daya saing dari 10 destinasi prioritas pariwisata di Indonesia tersebut secara kuantitatif, ini harus kita lakukan untuk bisa menggolkan target-target kita,” kata Menpar Arief. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Banten Travel Mart 2017 Bakal Suguhkan Potensi Wisata Alam, Budaya dan Religi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler