KemenPUPR Mulai Bangun Jembatan Panel Padang-Bukittinggi

Jumat, 14 Desember 2018 – 17:56 WIB
Jembatan di Korong Pasa Usang Nagari Kayutanam, Padang Pariaman, Sumbar, putus mulai diperbaiki. Foto: YouTube

jpnn.com, PADANG PARIAMAN - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai jembatan panel sebagai pengganti sementara dari jembatan putus di Korong Pasa Usang Nagari Kayutanam, Kecamatan 2x11 Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman.

Pihak kementerian juga memastikan jembatan sementara itu dapat digunakan dalam rentang waktu 2 hingga 3 hari ke depan.

BACA JUGA: Jembatan di Kayutanam Putus, Perekonomian Warga Terganggu

Hanya saja jembatan panel tersebut hanya bisa digunakan untuk 1 arah.

“Hari ini bisa lihat semua, kami sudah mobilisasi dan sinergi dengan dinas PUPR Provinsi. Sekarang kami sedang merakit dan install jembatan darurat dari panel,” ujar Dirjen Bina Marga KemenPUPR Sugiyartanto saat meninjau ke lokasi jembatan putus tersebut (12/12).

BACA JUGA: Jalur Padang - Padang Panjang - Bukittinggi Putus

Terkait jembatan permanen, Sugiyartanto menyebut dalam 1 hingga 2 bulan ini, pihaknya menargetkan desainnya sudah selesai. Setelah itu, maka proses lelang langsung dilakukan.

"Akhir tahun 2019, kami menargetkan jembatan permanen sudah selesai dibangun. Lebarnya minimal sama dengan lebar jalan sekarang," kata Sugiyartanto didampingi Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) III Padang, Aidil Fikri dan Kadis PUPR Sumbar, Fathol Bari.

BACA JUGA: Iyas Meninggal Tertimbun Longsor Tebing Setinggi 20 Meter

Terkait biaya, Sugiyartanto menyebut biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 8 hingga 10 Miliar.

Disisi lain, untuk mengantisipasi kejadian serupa terjadi di wilayah lain, pihaknya rutin melakukan survei. Disamping itu, juga dilakukan pengelompokkan kondisi jembatan.

"Kami kelompokkan dalam scoring kondisi 1-5. Kondisi 1 bagus, 2 relatif bagus, 3 mulai diperhatikan misalnya lantai perlu ditambal dan lain-lain, scoring 4 dan 5 dinilai sudah mulai rusak dan harus segera diganti, " katanya.

Menyikapi kondisi cuaca saat ini, Kemen PUPR melalui BPJN III Padang melakukan antisipasi dengan menyiapkan sejumlah alat berat di titik yang rawan bencana.

"Misalnya, ruas jalan di lereng bukit. Teman-teman poskonya sudah di dekat sana. Sehingga saat lonsgor alat kita cepat mobilisasi ke sana. kita ada SOP dalam waktu sekian jam alat sudah di lokasi. Seperti di Sitinjau Laut, " jelasnya.

Di lokasi yang sama, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan jembatan yang putus ini merupakan jembatan paling strategis di Sumbar. Sebab, posisinya yang menjadi penghubung ke sejumlah kabupaten/kota.

"Bukan kurangi jalan lain ke arah Pessel Solok dan lain-lain. Karena di sini paling padat dan datangi kunjungi daerah wisata. Ke Tanah Datar, Agam limapuluh kota dan lainnya, lewat sini. Dan ini jalan ke destinasi wisata. Distribusi barang-barang juga, " katanya.

Irwan juga menyebut terputus jembatan tersebut juga berdampak terhadap ekonomi. Salahsatunya berpotensi terjadi inflasi.

"Kami akan lihat apakah ada pengaruh inflasi karena ada penambahan pembiayaan dan waktu. Namun akan kami lihat lebih mendalam lagi, " katanya.

Setelah jembatan panel tersebut selesai dibangun, Gubernur menyebut akan menerapkan sistem 1 jalur. Bagi pengendara dari arah Bukittinggi lewat Malalak. Sedangkan yang dari arah Padang, bisa melewati jembatan tersebut.

"Kami akan buat sign board untuk satu arah pergi dan satu arah pulang agar tidak antrean panjang, " jelasnya.

Terkait jembatan putus lainnya yang menjadi kewenangan Pemprov Sumbar, Irwan berjanji akan segera memperbaiki secepatnya.

"Kita selesaikan secara bertahap. Namun, untuk sekarang, kami fokus pembenahan jembatan di Kayu Tanam ini, " jelasnya.

Untuk memastikan penanganan jemabatan di Kayu Tanam ini sesuai prosedur yang ditetapkan, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dijadwalkan ke lokasi hari ini (13/12). (cr23)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Longsor, Jalinsum Sosopan Putus Total


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler