Kemensos Berdayakan Pemulung lewat Sentra Kreasi LKS Kumala

Senin, 08 November 2021 – 18:32 WIB
Mensos Risma dalam peresmian SKA LKS Yayasan Kumala di Sungai Bambu, Tanjung Priok, Kota Jakarta Utara, Senin (08/11). Foto: Kemensos

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan Sentra Kreasi ATENSI (SKA) menjadi wadah bagi para pemulung binaan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) untuk memamerkan dan menjual aneka kerajinan tangan hasil daur ulang sampah.

Pemulung binaan bisa menjual berbagai macam kerajinan berbahan limbah kayu, kerajinan kertas daur ulang, dan lain-lain.

BACA JUGA: Peringatan Hari Pahlawan, Kemensos Akan Libatkan Anak-Anak

Hal itu disampaikan Risma sapaan karib Mensos dalam peresmian SKA LKS Yayasan Kumala di Sungai Bambu, Tanjung Priok, Kota Jakarta Utara, Senin (08/11).

Perluasan SKA ini untuk mendorong pemberdayaan pemulung melalui penguatan kewirausahaan.

BACA JUGA: Tak Terima Namanya Dicatut untuk Proyek, Kabiro Umum Kemensos Lapor Polisi

"Hari ini saya menerima undangan LKS Kumala. SKA ini sengaja kita perluas untuk jadi tempat berjualan sekaligus membuka sarana belajar (berwirausaha) bagi masyarakat," kata Mensos Risma.

Dengan demikian SKA di LKS Yayasan Kumala merupakan SKA kesebelas yang telah dibuka dan diresmikan oleh Menteri Sosial.

BACA JUGA: Nama Pejabat Kemensos Dicatut, Pelaku Inisial M, Siap-siap Saja Sudah Dilaporkan

Hadir dalam acara Sekjen Kemensos Harry Hikmat, Dirjen Penanganan Fakir Miskin Asep Sasa Purnama, Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni, Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta.

Ketua LKS Yayasan Kumala Dindin Komarudin mengatakan bantuan Kemensos merupakan bentuk sinergi masyarakat dengan pemerintah dalam upaya penanganan masalah sosial di masyarakat.

"Ini menunjukkan sinergi masyarakat dengan pemerintah. Kami LKS sebagai perwakilan dari masyarakat yakin kalau kita bersinergi insyallah permasalahan di masyarakat bisa diselesaikan bersama-sama," kata Dindin.

Hal ini sejalan dengan Program ATENSI Pemulung memberikan bantuan penempatan kerja, pencatatan kependudukan, vaksinasi kelompok terlantar, serta pelatihan vokasional dan bantuan kewirausahaan.

Yayasan Kumala bersama LKS lainnya yakni LKS Swara, LKS Sekar, LKS, Balarenik, dan LKS Erbe merupakan LKS yang menyelenggarakan program pemberdayaan sosial untuk pemulung.

Yayasan Kumala melakukan program di antaranya pelatihan vokasional pengolahan sampah daur ulang dan kerajinan tangan, pelatihan bubut kayu, bank sampah, bimbingan belajar anak pemulung, pengelolaan limbah plastik, rumah kreatif, dan lainnya.

Pada kesempatan itu Kemensos juga menyerahkan sejumlah bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai total Rp 520.982.000 yang diperuntukkan bagi 108 anak yatim piatu senilai Rp 71.400.000; bantuan kewirausahaan untuk LKS Kumala senilai Rp 106.095.000; LKS Education Religion Be Entertaintment (ERBE) senilai Rp 96.750.000; LKS Swara Peduli Indonesia senilai Rp 84.037.000; LKS Sekar senilai Rp 90.700.000; dan LKS Akur Kurnia senilai Rp 72.000.000. (jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler