Kemensos Sinkronkan Program untuk Kelompok Rentan Melalui 41 Sentra Kreasi ATENSI

Sabtu, 16 Oktober 2021 – 10:25 WIB
Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kanya Eka Santi menyampaikan sejumlah program Kemensos di acara Ngobrol Tempo bertema 'Pemulihan Inklusif Dampak Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh' yang digelar secara daring di Jakarta, Jumat (15/10). Foto: Kemensos

jpnn.com, JAKARTA - Seluruh direktorat di lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos) terus melanjutkan program perlindungan, rehabilitasi, pemberdayaan sosial dan pengentasan kemiskinan, kaum marginal dan kelompok rentan.

Hal tersebut sesuai arahan Menteri Sosial Tri Rismaharini untuk memberikan perlindungan sosial bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), termasuk bagi penyandang disabilitas dan anak yang ditinggalkan orangtua karena Covid-19.

BACA JUGA: Kemensos Hadir Lindungi Kelompok Rentan untuk Kurangi Dampak Pandemi

Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos Kanya Eka Santi menyampaikan Kemensos tetap melanjutkan bantuan sosial, seperti rehabilitasi sosial, program sembako, Program Keluarga Harapan (PKH), dan sembako khusus selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Kanya menyampaikan untuk PKH dan program dukungan lainnya seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dinilai telah berjalan dengan baik.

BACA JUGA: Kemensos Selesaikan Penyaluran Bahan Makanan di Lumbung Sosial Luwu

Demikian juga dengan program baru pengentasan kemiskinan kelompok rentan melalui Sentra Kreasi ATENSI (SKA) melalui pemberdayaan dengan berbagai usaha yang dilakukan para penerima manfaat.

“Contoh pemberdayaan bagi penyandang disabilitas dengan memberikan motor roda tiga dan kursi roda dengan dukungan balai-balai yang menyelenggarakan asistensi rehabilitasi sosial, di mana masyarakat yang kena PHK dan PPKS bisa menggelar lapak dagangan mereka di sentra-sentra itu,” kata Kanya di acara Ngobrol Tempo bertema 'Pemulihan Inklusif Dampak Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh' yang digelar secara daring di Jakarta, Jumat (15/10).

BACA JUGA: Mengharukan, Kemensos Pertemukan DH dengan Keluarga yang Berpisah Selama 12 Tahun

Untuk perlindungan sosial bagi anak yatim yang kehilangan orang tuanya akibat Covid-19, Kemensos melalui bantuan Asistensi Rehabilitasi (ATENSI) Rehabilitasi Sosial anak memberikan bantuan dukungan fasilitas dan psikososial.

“Bantuan dukungan bagi anak yatim, piatu dan yatim piatu berupa fasilitas pengasuhan, dukungan psikososial serta bantuan Rp 300 ribu per bulan bagi yang belum bersekolah dan Rp 200 ribu bagi yang sudah sekolah," sebutnya.

Kanya juga menyampaikan strategi mengentaskan kemiskinan juga dilakukan Kemensos dengan mengatasi berbagai masalah di kelompok rentan.

“Kami berupaya agar kelompok rentan dan PPKS itu memiliki penghasilan, selain mereka mendapatkan perlindungan, pemberdayaan dan rehabilitasi sosial untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan program yang langsung menyentuh individu maupun yang berbasis keluarga,” papar Kanya.

Kemensos juga mengubah stigma penyandang disabilitas menjadi bisa hidup mandiri dan produktif tanpa bantuan orang lain melalui rehabilitasi sosial.

“Melalui rehabilitasi sosial rasa percaya diri penyandang disabilitas dibangkitkan, didukung keluarga dan lingkungan sosial menjadikan mereka mandiri, ” ungkapnya.

Wujud keseriusan Mensos Risma memberikan dukungan bagi para penyandang disabilitas seperti ditunjukkan dengan langsung memberikan bantuan motor roda tiga kepada Gading agar memudahkan aksesnya dan berjualan kopi keliling lebih banyak tempat yang berimbas pada peningkatan pendapatan hariannya.

Untuk akses bagi tuna wisma diupayakan Kemensos agar mereka bisa bekerja dengan syarat mengikuti rehabilitasi sosial dan mendapat pelatihan vokasional dan selanjutnya disalurkan bekerja ke berbagai perusahaan, salah satunya WIKA.

“Jelas sudah skema dan strategi yang dilakukan kami bagi kelompok rentan, marginal, termasuk bagi tuna sosial dengan berbagai upaya yang tidak terlihat namun terus dilakukan secara terprogram dan terencana,” tegas Kanya.

Dukungan bagi kelompok miskin dan rentan melalui pengembangan SKA sebagai tempat seseorang mendapatkan akses pekerjaan, sosialisasi juga bagi KPM PKH dan BPNT yang bisa menjual barang dagangan di 41 SKA di seluruh Indonesia.

“Intervensi bagi kelompok rentan juga ada melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) agar mereka tidak kesulitan tempat tinggal dan bisa menata hidup lebih sejahtera, ” pungkas Kanya. (mrk/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler