Kementan Bakal Hiasi Lido World Garden dengan Tanaman Hasil Inovasi

Rabu, 15 September 2021 – 18:20 WIB
Ilustrasi - Menteri Pertanian (kiri) menghadiri peresmian pembangunan Lido World Garden, Sukabumi, beberapa waktu lalu. Foto: Ist for jpnn.com

jpnn.com, SUKABUMI - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan pihaknya akan menghiasi Lido World Garden dengan hasil riset dan inovasi pengembangan pertanian yang telah dilakukan oleh peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan).

Langkah tersebut merupakan wujud Kementan mendukung pembangunan agro eduwisata terbesar di Asia Tenggara tersebut.

BACA JUGA: Warga 23 Desa di Cirebon Berpeluang Kaya Mendadak

“Akan diperlihatkan di Lido World Garden ini hasil riset Balitbangtan kami, bersinergi dengan litbang-litbang lainnya, bisa menjadi edukasi bagi masyarakat serta mewujudkan kerja sama yang holistik,” ujar SYL dalam keterangannya yang dipublikasikan Rabu (15/9).

Lido World Garden rencananya akan didirikan di atas lahan seluas 17 hektare dan merupakan bagian dari MNC Lido City.

BACA JUGA: Pesawat Hancur di Ketinggian 2.400 Mdpl, Kecil Kemungkinan Ada yang Selamat

Presiden Joko Widodo telah menetapkan MNC Lido City sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 69/2021.

“Sesuai arahan presiden, mereka yang terlibat dalam upaya mengakselerasi perekonomian, maka harus didukung secara maksimal. Bersama Kemenko Perekonomian kami akan berupaya memberikan dukungan dan fasilitasi sesuai peraturan yang berlaku,” ucap SYL.

BACA JUGA: Varian Baru COVID-19 Mengancam, Guru Besar UI Beri Pernyataan Melegakan

Kerja sama Kementan dan MNC Land sebagai pengelola Lido World Garden diterjemahkan dalam bentuk Mutual of Understanding (MoU).

Selain pemanfaatan hasil inovasi teknologi pertanian dan dukungan pelaksanaan wisata yang terintegrasi, Kementan juga akan memberikan dukungan pelaksanaan pengadaan tanaman endemik untuk riset, serta kerja sama program pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian.

“Kami berharap dengan Lido World Garden ini publik bisa mengakses inovasi teknologi pertanian. Tentunya semua ini bisa berjalan dengan baik bila kita bisa gerakkan secara maksimal,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turut mengapresiasi partisipasi Kementan dalam Lido World Garden.

Apalagi ke depannya peran digital akan semakin penting di dalam pertanian.

“Ke depannya kita akan menyongsong era digital agriculture. Lido World Garden bisa menjadi etalase teknologi digital pertanian,” katanya.

Upaya yang dilakukan pemerintah dalam menggencarkan digitalisasi pertanian disebut akan meningkatkan minat anak muda dalam bertani.

“Masa depan kita nantinya akan banyak anak muda yang tinggal di desa, tetapi memiliki rejeki kota karena mereka memanfaatkan teknologi dalam menjalankan usaha pertanian,” katanya.

Sementara itu, Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo berharap kerja sama antara Kementan dan MNC Land dapat menjadi atraksi yang menarik bagi turis domestik maupun mancanegara.

“Selain dapat menambah keindahan Lido World Garden, kami harapkan dengan menampilkan hasil riset dan inovasi yang telah dilakukan Kementan juga dapat memperlihatkan kemajuan teknologi Indonesia di bidang pengembangan pertanian,” katanya.

Hary menargetkan pembangunan dapat selesai di 2022.

KEK MNC Lido diperkirakan akan menyerap 6-7 juta pengunjung dalam lima tahun ke depan.(gir/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler