Kementan Dorong Perluasan Industri Susu Sapi

Selasa, 16 Maret 2021 – 23:26 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menghadiri groundbreaking atau peletakan batu pertama industri susu  di Desa Tonasa, Kecamatan Tombolo, Kabupaten Gowa, Sulaweai Selatan. Foto: Kementan

jpnn.com, GOWA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menghadiri groundbreaking atau peletakan batu pertama industri susu  di Desa Tonasa, Kecamatan Tombolo, Kabupaten Gowa, Sulawesito Selatan.

Kegiatan ini digelar sebagai implementasi kolaborasi pemerintah bersama swasta dalam hal ini PT Cimory untuk mengembangkan industri susu sapi secara merata di seluruh Indonesia.

BACA JUGA: Masa Panen Raya, Kementan Pastikan Stok Beras Aman, Termasuk Jelang Ramadan

"Kami mencoba mengimplementasikan program susu sapi perah di seluruh Indonesia. Kebetulan di daerah ini (Desa Tonasa) kontur kesiapan lahan untuk membuat peternakan sapi perah cukup memungkinkan secara teknis," kata Syahrul, Selasa (16/3).

Menurutnya, Susu merupakan sumber nutrisi yang sangat baik untuk menjaga kecerdasan anak-anak Indonesia di masa mendatang.

BACA JUGA: Komisi IV DPR Dorong Bulog Tingkatkan Sinergi dengan Kementan Demi Jamin Stok Beras Nasional 

Apalagi kondisi persusuan Indonesia baru terpenuhi sekitar 22 persen dari total kebutuhan susu nasional sebanyak 3,4 juta ton.

"Kita (Indonesia) harus menguatkan kemampuan kita (Indonesia) sendiri supaya mampu memenuhi susu secara mandiri," ujarnya

BACA JUGA: Kementan Minta Pemda Menggencarkan Sosialisasi Program Kartu Tani

Oleh karena itu, ke depan, lanjut dia, harus mengembangkan industri susu di wilayah lain agar semua orang bisa berinvestasi.

"Ini mengembirakan karena budidayanya bisa kita lakukan bersama rakyat dan Cimory mengambil peranan sebagai offtaker," katanya.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nasrullah mengatakan, kebutuhan susu nasional masih cukup banyak, terutama untuk pemenuhan susu di wilayah Indonesia Timur.

Oleh karena itu, Kementan bersama jajaran Pemda Gowa menyambut baik upaya Cimory dalam membuka akses serapan susu sapi dari para peternak yang ada di Gowa.

"Tentunya kalau bertupu ke pulau Jawa saja, terutama dengan keterbatasan lahan ini tidak akan cukup," katanya.

Adapun, salah satu inisiasi Kementan ialah mengembangkan sapi perah di luar pulau Jawa.

"Insyaallah kami akan memulai dengan membangun inkubator dari pengembangan sapi perah di kabupaten Gowa," katanya.

Nasrullah mengatakan, PT Cimory saat ini memiliki budidaya sapi perah medium scale dengan kepemilikan 500 ekor sapi perah dan plasma dari 26 kooperasi yang memiliki jumlah sapi perah kurang lebih 2.600 ekor sapi.

Dengan populasi tesebut, Cimory bisa menghasilkan 30 sampai 40 ton susu segar setiap hari.

"Kami akan lakukan apa yang menjadi harapan kita di kabupaten Gowa, utamanya dalam memenuhi kebutuhan susu sapi," ucapnya.

Presiden Direktur Cimory, Bambang Sutantio menyampaikan terimakasih atas dukungan dan kerjasama jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) terkait pembangunan industri susu sapi perah di Kabupaten Gowa.

Bambang mengungkapkan, kerja sama ini dapat memberi manfaat besar bagi kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar.

"Kami yakin dan percaya kerjasama ini akan memberi manfaat baik bagi kabupaten Gowa maupun masyarakat," pungkasnya. (cr3/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fransiskus Adryanto Pratama

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler