Kementan Dorong UMKM Hortikultura Tampilkan Packaging Menarik

Rabu, 12 Mei 2021 – 12:45 WIB

jpnn.com, JAKARTA - Persaingan usaha, khususnya untuk kalangan UMKM, sekarang ini semakin berkembang dan ketat.

Hak itu juga terjadi pada olahan produk hortikultura yang bermunucukan 'setiap hari'.

BACA JUGA: Lepas Ekspor Florikultura Rp 70 Miliar, Kementan Catat Prestasi Hortikultura Nasional

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam arahannya terus mengedepankan produk hortikultura berdaya saing.

Menurutnya, berbagai inovasi produk pun telah banyak dihasilkan. Sifat produk hortikultura yang gampang rusak menjadi permasalahan sehingga hal ini tak lepas dari teknologi pengemasan. Tampilan kemasan juga akan menjadi penunjang utama dalam pemasaran produk.

BACA JUGA: Kementerian Pertanian: Hortikultura Indonesia Makin Maju dengan Smart Farming

Pengertian kemasan sendiri ialah wadah atau pembungkus bagi produk yang mempunyai peranan penting dalam upaya mempertahankan mutu dan keamanan produk serta meningkatkan daya tarik produk.

Sebuah “produk” erat kaitannya dengan kemasan. Tanpa kemasan, hasil produksi tidak dapat disebut produk. Oleh karenanya kemasan harus dibuat semenarik mungkin agar dapat meningkatkan penjualan produk. Selain menarik, kemasan harus dapat menjaga kualitas produk sampai saat di tangan konsumen.

BACA JUGA: Mendorong Ekspor Hortikultura, Kementan Menggelar TOT Registrasi Kampung dan Lahan Usaha

Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto mengatakan saat ini produk olahan hortikultura tidak kalah bersaing dengan produk dari luar negeri, baik dari rasa dan variasi olahannya.

Kendati demikian yang terpenting ialah bagaimana memberikan branding produk olahan.

"Sehingga dapat meningkatkan nilai tambah produk,” ujar Prihasto yang mengapresiasi webinar terkait proses pengemasan produk yang diselenggarakan beberapa hari lalu.

Menurutnya webinar ini diikuti oleh 460 peserta yang tampak antusias mengikuti acara ini. Topik ini dirasa sangat menarik dan dibutuhkan oleh UMKM apalagi pada saat pandemi Covid-19 sekarang ini.

"Para pelaku UMKM banyak mengandalkan pemasarannya melalui e commercial atau penjualan online," katanya.

Dia menyebut packaging atau tampilan yang menarik menjadi salah satu syarat utama dalam proses pemasaran.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Bambang Sugiharto mengatakan selain sifat yang mudah rusak oleh kontaminasi bakteri, sinar matahari maupun bau, selain dari segi teknologi pengolahan, yang perlu diperhatikan adalah pemilihan jenis kemasan yang sesuai untuk setiap produk.

"Agar produk bisa bertahan lebih lama dan tentunya menambah penghasilan,” ujar Bambang.

Selain itu, pemilik D and D packaging, Maria Magdalena mengatakan pengemasan tidak hanya untuk mempercantik produk, namun banyak sekali manfaatnya antara lain menjaga produk pangan agar tetap bersih, terlindung dari kotoran dan kontaminasi.

"Selain itu menjaga produk dari kerusakan fisik dari remuk, pecah, penyok, perubahan kadar air dan pengaruh sinar matahari,” ujar dia saat mengisi acara.

Selain itu, kata Maria, pengemasan memudahkan dalam membuka/menutup, memudahkan dalam penyimpanan, memudahkan dalam penanganan, pengangkutan dan distribusi sekaligus memberikan informasi tentang produk melalui label kemasan.

Peserta lain, produsen secang, jahe dan kunyit asal Tangerang, Yopi menyampaikan Webinar Bimtek Pengemasan ini sangat menarik dan perlu di buat lagi karena masih banyak sekali pengetahuan dan ilmu yang diperlukan.

Koordinator Pengolahan Hasil Hortikultura, Diah Ismayaningrum menyampaikan meskipun masih dalam kondisi pandemi Covid tidak mengurangi antusias peserta UMKM dari Sabang sampai Merauke.

“Dalam 2 tahun ini memang kita tidak bisa mengadakan pelatihan / bimtek secara offline dikarenakan pembatasan, namun kita akan terus upayakan untuk dapat melakukan bimtek atau webinar secara online atau zoom meeting supaya keberlanjutan pengawalan kepada para pelaku UMKM Pengolahan Hortikultura dapat terus berjalan”, ujar Diah. (jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler