Kementan Memfasilitasi Jambore Peternakan Nasional 2017

Wadah Konsolidasi Para Peternak Dukung Pembangunan

Rabu, 20 September 2017 – 15:45 WIB
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, I Ketut Diarmita dalam acara Konferensi Pers Jambore Peternakan Nasional Tahun 2017, di Kantor Kementerian Pertanian, Kamis (20/9). Foto: Humas Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Dalam rangka mendorong peningkatan peran dan kontribusi sub sektor peternakan untuk pemenuhan kebutuhan protein hewani asal ternak dan kesejahteraan peternak, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian akan memfasilitasi penyelenggaraan “Jambore Peternakan Nasional Tahun 2017”.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, I Ketut Diarmita dalam acara Konferensi Pers Jambore Peternakan Nasional Tahun 2017, Kamis (20/9) di Kantor Kementerian Pertanian mengatakan kegiatan ini akan digunakan sebagai salah satu wadah untuk melakukan konsolidasi antar pelaku usaha peternakan dalam mendukung program pembangunan peternakan dan kesehatan hewan.

BACA JUGA: Mentan dan Mendes Bangun Bengkulu Lewat Produksi Jagung

Menurutnya, kedaulatan bangsa salah satunya diukur dari kemampuannya menyediakan pangan bagi rakyatnya, termasuk pangan asal ternak. Hal ini dapat diwujudkan apabila Indonesia mempunyai kedudukan yang kuat di kancah perdagangan internasional. Peran peternakan dan kesehatan hewan tidak hanya sebagai penyedia pangan, namun juga berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja, dan penghasil devisa.

“Untuk itu perlu penerapan kemitraan agribisnis yang berkeadilan bagi seluruh pelaku usaha peternakan dan peningkatan investasi usaha peternakan yang muaranya adalah untuk menciptakan fondasi yang kuat mewujudkan bioindustri di masa mendatang,” kata I Ketut Diarmita.

BACA JUGA: Kementan Dukung Kota Gorontalo Kembangkan KRPL

Pada usia 181 tahun, yang merupakan usia sangat matang sejak lahirnya Peternakan dan Kesehatan Hewan pada tanggal 26 Agustus 1836, acara ini menjadi momentum kebangkitan sekaligus penyadaran kepada seluruh masyarakat peternakan Indonesia untuk memberikan perhatian lebih serius kepada peningkatan produksi dan skala usaha komoditas domba dan kambing. Dengan begitu diharapkan mampu berperan menjadi alternatif prioritas utama sumber protein hewani.

I Ketut Diarmita menyampaikan, Kegiatan Jambore Peternakan Nasional Tahun 2017 diinisiasi oleh peternak yang bergabung dalam Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) akan mengangkat tema “Masyarakat Sehat dan Cerdas dengan Protein Hewani”, Bangga Menjadi Peternak Indonesia.

BACA JUGA: Kementan dan Kemendes Bekerja Sama Atasi Desa Tertinggal

Dia menyampaikan tujuan pelaksanaan kegiatan Jambore Peternakan Nasional 2017. Pertama, meningkatkan minat masyarakat terhadap usaha di bidang peternakan dan kesehatan hewan. Kedua, meningkatkan semangat, kreatifitas dan partisipasi peternak serta pelaku usaha peternakan dalam pembangunan peternakan dan kesehatan hewan. Ketiga, meningkatkan sumber daya genetik lokal serta melestarikan seni budaya yang menunjang pembangunan peternakan.

Keempat, memberikan apresiasi/penghargaan kepada peternak/kelompok peternak, petugas teknis dan instansi terkait yang berprestasi untuk mendorong pelaku peternakanlainnyaagar lebih giat dan berdedikasi tinggi, memiliki kebanggaan terhadap profesi yang ditekuni dan kuatnya motivasi pemenuhan protein hewani serta pengembangan agribisnis peternakan.

Acara ini akan berlangsung dari tanggal 22-24 September 2017 di Bumi Perkemahan Cibubur, dan akan dihadiri oleh lebih kurang 700 peternak/pelaku usaha serta undangan lainnya. Di antaranya kementerian/lembaga pemerintahan terkait, pemerintah daerah, perbankan, dengan total peserta 1.200 orang. Pada tanggal 24 September 2017 merupakan acara puncak kegiatan yang rencananya akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo untuk melakukan Temu Wicara dengan peternak dan para pelaku usaha peternakan.

Menurutnya, rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan pada Jambore Peternakan Nasional 2017. Pertama, Kontes Ternak Domba dan Kambing, Seni Ketangkasan Domba Garut (23 September 2017). Kedua, Eksibisi ternak oleh peternak sapi, ayam lokal, itik, dan kelinci (24 September 2017). Ketiga, Penghargaan Anugerah Bakti Peternakan dan Temu Wicara (24 September 2017).

Keempat, Ekspo dan Pameran Peternakan menghadirkan industri pengolahan hasil peternakan, industri obat hewan, industri pakan, industri kerajinan hasil peternakan, perbankan, asuransi; serta Festival kuliner (22-24 September 2017). Kelima, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Silaturahmi Nasional Peternak (Silatnas) Kambing Domba dengan Menteri Pertanian (22 – 23 September 2017). Keenam, Pemecahan rekor MURI makan bersama 100 ekor kambing guling (24 September 2017).

Dalam acara Jambore Peternakan Nasional 2017 ini akan diserahkan Piala Presiden dan penghargaan Anugerah Bakti Peternakan. Piala Presiden diberikan oleh Presiden RI kepada pemenang kontes Domba Garut (24 pemenang), Kambing Kaligesing (48 pemenang) dan seni ketangkasan Domba Garut (18 pemenang).

Selain itu juga akan diberikan Anugerah Bakti Peternakan Tahun 2017 dalam bentuk tropi/piagam, dari Menteri Pertanian sebagai penghargaan kepada kelompok peternak (10 kelompok), Unit Pengolahan Hasil (UPH) peternakan (3 UPH), dan inseminator yang berprestasi (15 orang).

I Ketut Diarmita mengungkapkan, pada acara tersebut Menteri Pertanian juga akan memberikan apresiasi kepada daerah yang bebas penyakit hewan tertentu yaitu (1) penyakit Septicaemia epizootica/ Haemorrhagic septicaemia untuk sapi kepada Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Nusa Lembongan Kabupaten Klungkung Provinsi Bali; (2) Rabies untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Selain itu juga akan diberikan apresiasi kepada daerah wilayah sumber bibit: (1) Kabupaten Rembang sebagai wilayah sumber bibit sapi Peranakan Ongole (PO); dan (2) Kabupaten Buleleng sebagai wilayah sumber bibit Sapi Bali.

Lebih lanjut disampaikan, pemberian penghargaan dari pemerintah kepada para pelaku usaha bidang peternakan ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi dan memberikan apresiasi.

I Ketut Diarmita mengatakan, urusan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan dalam kerangka mewujudkan kedaulatan pangan dan peningkatan daya saing ekspor merupakan tanggung jawab bersama. “Untuk itu diperlukan kertelibatan, sinergisme peran, dan kewenangan semua pihak dalam menjalankan roda pembangunan. Pelaksanaan program pembangunan pun sudah tidak bisa lagi dilakukan secara parsial,” ungkapnya.

Dia juga mengajak untuk terus memperjuangkan nasib peternak-peternak kita agar berkembang usahanya dan sejahtera.

“Saya juga berharap kepada para peternak agar melakukan pembenahan manajemen budidaya dan perbaikan teknis lainnya untuk menjadikan Indonesia sebagai sumber protein hewani. Selain itu juga kita dorong peternak-peternak kita untuk membentuk korporasi peternak supaya skala usahanya ekonomis,” ujar I Ketut Diarmita.

Dia berharap dengan bertambahnya usaha peternakan berskala komersil, kita berharap mimpi Indonesia pada tahun 2045 menjadi lumbung pangan Asia dapat tercapai.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dirjen PKH Minta Sulsel Optimalkan Sumber Daya Lokal


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Kementan  

Terpopuler