Kementan Pastikan Kemarau tak Halangi Gunung Kidul Panen Padi

Kamis, 15 Agustus 2019 – 22:50 WIB
Panen padi di musim kemarau. Foto: dok. humas Kementan

jpnn.com, GUNUNG KIDUL - Kemarau panjang yang sedang terjadi saat ini ternyata tidak menghalangi petani di Gunung Kidul, DIY untuk memanen padi. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi ketika melakukan kunjungan kerja ke Gunung Kidul.

Menurut dia, hal ini juga salah satu bukti keberhasilan program Budidaya Tanaman Sehat (BTS) yang juga langkah nyata dalam mengamankan produksi dari ancaman wereng dan daya dukung lingkungan yang menurun.

BACA JUGA: Kementan Berhasil Bangun Relasi Lintas Kelompok untuk Dorong Ekspor

"Program BTS ini awalnya dilaksanakan karena adanya serangan wereng batang coklat dan virus yang ditularkannya di beberapa sentra padi terutama di Pantura," kata Suwandi didampingi Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X di Desa Ponjol, Gunung Kidul, Kamis (15/8).

Suwandi menjelaskan, dengan program BTS, kini Gunung Kidul tetap memanen padi ketika tengah terjadi musim kemarau. Hingga saat ini, bantuan yang diberikan Kementan melalui program BTS ini berupa dolomit, pupuk organik, agens hayati dan refugia.

BACA JUGA: Mentan Amran Dukung Penuh Pengembangan Pertanian 4.0 di Nganjuk

"Saya sangat apresiasi kepada petani disini yang masih ada panen meskipun musim kemarau. Bulan Juli-September masih bisa panen berarti ini petani juara semua," ujarnya.

Karena itu, Suwandi berharap program BTS di Desa Ponjong ini bisa menjadi pilot project dan direplikasi wilayah lain. Bahkan bisa menjadi setingkat lebih tinggi, yakni beralihlah ke semi organik atau organik agar tanah menjadi subur, lingkungan bagus dan beras yang dikonsumsi sehat dan harga jual juga tinggi.

BACA JUGA: Sebelum Kena OTT KPK, Importir Bawang PT CSA Terkena Blacklist Mentan 7 Bulan Lalu

"Secara ekonomis, usaha tani ini cukup menguntungkan. Dengan hasil rata-rata per hektare Rp 40 juta per musim dan biaya jika dihitung sekitar Rp 15 juta per musim, jadi untung Rp 25 juta per musim," sebutnya.

"Ini sangat menarik. Tapi saya pun mengingatkan agar petani memakai benih unggul bersertifikat agar hasilnya terjamin bagus," sambung dia.

Pada kunjungan ini, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menyerahkan bantuan ke beberapa petani. Sultan berpesan pentingnya etos kerja.

"Silahkan Pak Kades di 3 desa ini berkirim surat ke saya apa yang dibutuhkan, dan saya akan memberi kesempatan untuk kita dialog lagi membahas kepentingan desa ini ke depan," kata Sri Sultan.(cuy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lima Strategi Kementan Bikin Perkebunan Indonesia Jadi Primadona di Pasar Ekspor


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler