Kementan Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Aman Jelang Musim Tanam

Kamis, 24 September 2020 – 15:51 WIB
Pupuk bersubsidi. Foto dok Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok pupuk bersubsidi untuk menghadapi musim tanam kedua di tahun ini masih aman. Apalagi jaminan tersebut disampaikan PT Pupuk Indonesia (Persero).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan bahwa jajarannya akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan mengupayakan agar pupuk subsidi tidak bermasalah.

BACA JUGA: Pesan Mentan SYL Kepada Masyarakat Saat Peringatan Hari Tani Nasional

“Kementerian Pertanian menyadari keberadaan pupuk sangat penting. Oleh karena itu kami terus memantau ketersediaan pupuk. Agar kebutuhan petani mencukupi, khususnya kepada mereka yang memang berhak mendapatkan pupuk subsidi,” kata Mentan SYL di Jakarta, Kamis (24/9).

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Sarwo Edhy mengatakan distribusi pupuk subsidi akan tetap mengacu pada eRDKK.

BACA JUGA: Seharusnya Gatot Nurmantyo saat Masih Panglima TNI Bisa Buktikan Isu Kolot soal PKI

“Agar pupuk subsidi bisa tepat sasaran ke penerima manfaat, kami tetap mengacu pada eRDKK. Artinya yang berhak mendapatkan pupuk subsidi adalah petani yang sudah tergabung dalam kelompok tani dan namanya tercantum dalam RDKK,” jelasnya.

Menurut Edhy, selama ini eRDKK yang menjadi acuan penyaluran pupuk subsidi sudah sangat tepat.

BACA JUGA: Ikhtiar Kementan Memenuhi Kebutuhan Petani di Tengah Langkanya Pupuk

“Dalam eRDKK data yang digunakan by name by address. Data yang kami punya valid hingga 94%, sehingga bisa dipastikan penyaluran pupuk subsidi sudah tepat sasaran,” kata Edhy.

Sementara itu Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana mengatakan stok pupuk subsidi mencapai 1,78 juta ton. Sedangkan pupuk non subsidi 873.336 ton. Jumlah itu merupakan stok mulai dari Lini 1 hingga Lini IV atau di level distributor.

Menurutnya produsen pupuk yang terdiri dari PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Pupuk Sriwidjaja telah menyiapkan total stok pupuk bersubsidi yang terdiri dari 955.107 ton Urea, 411.891 ton NPK, 141.372 ton SP-36, 137.721 ton ZA dan 141.426 ton organik. Angka tersebut melebihi ketentuan stok minimum yang sebesar 273.293 ton.

Sebagai antisipasi, Pupuk Indonesia Grup juga menyiapkan stok pupuk non subsidi di kios-kios resmi sebanyak 873.336 ton yang bisa dimanfaatkan petani jika terjadi kekurangan pupuk.

"Stok pupuk non subsidi juga tersedia mulai dari lini I hingga ke kios-kios pupuk resmi. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kebutuhan petani yang kebutuhnya belum tercukupi, dan bagi petani yang tidak terdaftar dalam e-RDKK," tutur Wijaya.

Dalam masa peralihan penerapan Kartu Tani, katanya, produsen dan distributor pupuk tetap dibolehkan menyalurkan pupuk subsidi kepada petani yang belum memiliki Kartu Tani atau kios yang belum memiliki mesin Electronic Data Capture (EDC). Dengan catatan, petani tersebut sudah terdaftar dalam sistem e-RDKK Kementan.

"Asalkan terdaftar dalam Kelompok Tani dan e-RDKK, tetap dapat menebus pupuk bersubsidi secara manual," kata Wijaya.

Hal itu berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian tanggal 16 September 2020 kepada Direktur Utama Pupuk Indonesia.

Dia menambahkan, penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan sesuai aturan alokasi dan hanya kepada para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani dan terdaftar dalam sistem e-RDKK yang dikelola Kementan.(jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler