Kementan Sebut Ada 3 Model untuk Genjot Irigasi Petani

Sabtu, 14 Oktober 2017 – 21:17 WIB
Petani di sawah. Ilustrasi Foto: JPG/dok.JPNN.com

jpnn.com, TUBAN - Kementerian Pertanian berusaha untuk memperbaiki dan menggenjot saluran irigasi di daerah-daerah yang buruk pengairannya. Harapannya, agar tingkat produksi padi petani, bisa meningkat.

Beberapa satu cara yang dilakukan menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Prasaran dan Sarana Pertanian, Abdul Madjid adalah dengan melakukan rehabilitasi jaringan irigasi tersier (Rjit), Irigasi perpompaan dan juga pengembangan irigasi rawa.

BACA JUGA: Kementan: Pertanian Leading Sektor Pembangunan Berkelanjutan

Untuk persyaratan teknis Rjit, yakni dengan fokus kepada rehabilitasi jaringan irigasi yang tersiernya mengalami kerusakan atau memerlukan peningkatan, sementara untuk kondisi jaringan primer dan sekundernya masih baik.

"Sedangkan pengembangan irigasi rawa dilaksanakan di daerah irigasi rawa baik kewenangan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten atau kota yang tata air makronya sudah berfungsi atau ketersediaan airnya dapat dikelola dengan baik Pembangunan jaringan irigasi rawa diutamakan menggunakan ferrocement dan bangunan pelengkap, dengan ukuran saluran disesuaikan dengan debit air," katanya, mengakhiri sesi kunjungan pers Kementerian pertanian di Tuban, Jawa Timur, pada Sabtu (14/10) siang.

BACA JUGA: Percepatan Ekspor dan Diversifikasi Bawang Merah

Di sisi lain, persyaratan teknis untuk pengembangan irigasi rawa meliputi lokasi di mana sistem tanam sudah berfungsi baik, lokasi terletak pada satu hamparan blok tersier dan tidak ada dan luas lahan sawah kelompok tani minimal 20 hektar.

Sementara, pengembangan irigasi perpompaan dilaksanakan pada daerah yang sering mengalami kekeringan di musim kemarau,

BACA JUGA: BKP Pastikan Kebijakan Pangan untuk Sejahterakan Petani

walaupun mempunyai sumber air untuk digunakan pada lahan pertanian.

"Jadi untuk pengembangan irigasi perpompaan ini harus terdapat sumber air (sungai, danau, mata air) yang letaknya lebih

tinggi atau lebih rendah dari lahan sawah yang perlu diairi," tuturnya. (dkk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... HPS Tunjukkan pada Dunia Pertanian Indonesia Cukup Maju


Redaktur & Reporter : Muhammad Amjad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler