Kementan Serap 8,6 juta Ton Gabah selama 6 Bulan

Kamis, 23 Februari 2017 – 16:24 WIB
Mentan Andi Amran Sulaiman. Foto: source for JPNN

jpnn.com - jpnn.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar rapat gabungan percepatan serap gabah dan pengamanan harga 2017 di Gedung Kementan, Jakarta Selatan, Kamis (23/2).

Rapat ini guna menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi untuk menjaga kedaulatan pangan dengan menyerap gabah petani minimal 8,6 juta ton gabah atau 4 juta ton setara beras dalam waktu 6 bulan yakni Maret hingga Agustus 2017.

BACA JUGA: Kementan Luncurkan Varietas Ayam Lokal Pedaging Unggul

“Rapat gabungan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan presiden untuk tujuan mengkoordinasikan percepatan serapan gabah hasil panen tahun 2017.”

“Ini bentuk nyata tindak lanjut arahan Presiden, pemerintah harus turun tangan mengendalikan harga gabah yang saat ini produksinya melimpah dan harganya anjlok pada panen raya musim hujan 2016 hingga 2017," kata Mentan Andi Amran Sulaiman dalam sambutannya.

BACA JUGA: Ajak Masyarakat Pahami Harga Beras Secara Rasional

Selain itu, rapat ini juga ditujukan untuk koordinasi dengan mitra kerja Kementan dalam upaya percepatan produksi dan ekspor.

Hadir pada rapat ini, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono, Direktur Utama Bulog Djarot Kusamayakti, Dirut PT SHS Syaeful Bahri, Dirut PT Pertani Wahyu dan kepala dinas pertanian provinsi se-Indonesia.

BACA JUGA: Mentan: Kami Akan Beli Gabah Petani dengan Harga Bagus

Amran melanjutkan, untuk mencapai target serap gabah tersebut, Kementan menargetkan serap gabah petani pada periode Maret hingga Agustus 2017 sebanyak 8,6 juta ton atau 5,46 juta ton setara beras. Menurutnya, target ini mampu dicapai karena di tahun 2016 Indonesia tidak mengimpor beras atas prestasi semua pihak khususnya Bulog dalam menyerap gabah petani.

“Kita tidak lagi impor, kita sudah mulai ekspor, prestasi kita semua. Bulog mampu penuhi stok, prestasi yang banggakan. Jagung pun impornya terus turun, tertinggi dalam sejarah,” ujar Amran.

Amran mengungkapkan upaya yang dilakukan Kementan untuk percepatan serapan gabah tahun 2017 yakni dengan melanjutkan Tim Serap Gabah Petani (Tim Sergap) dan bermitra dengan swasta untuk alat pengering gabah dan pergudangan.

“Kadar air 25 hingga 30 persen gabah kering panen tetap dibeli dengan harga Rp 3.700 per kg dan fleksibilitas pembelian gabah hingga 20 hingga 30 persen di atas harga pembelian pemerintah (HPP) GKP Rp 3.700 per kg,” ungkapnya.

Lebih lanjut Amran menyebutkan dalam percepatan serapan gabah, Kementan pun akan mengoptimalkan kerja sama dengan 187.000 unit penggillingan, mengoptimalkan 50.000 PPL bersama Babinsa/TNI untuk sergab, membuat target serap gabah Bulog 4 juta ton setara beras dan 70 persen diserap pada tiga bulan ke depan.

“Kemudian, Kementan akan terus melakukan evaluasi kinerja sergab mingguan bagi Kasubdirve Bulog, bulanan bagi Kadivre Bulog dan tiga bulanan bagi direksi BULOG,” tandas dia. (Mg4/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mentan Tanam Jagung di Tengah Kebun Sawit Riau


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Kementan  

Terpopuler