Kementan Terus Berupaya Dongkrak Kesejahtaan Petani

Senin, 17 Desember 2018 – 14:51 WIB
Petani padi. Foto: Humas Kementan

jpnn.com - Kementerian Pertanian RI terus meningkatkan sarana dan prasaran untuk mendukung produktivitas sektor strategis yang memiliki peranan penting terhadap perekonomian masyarakat, terutama kemajuan petani Indonesia.

Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Pending Dadih Permana mengatakan, saat ini sektor pertanian memiliki banyak komponen pendukung yang peranannya sangat vital terahadap kemajuan pertanian.

BACA JUGA: Sentra Bawang Putih Terbentuk, Swasembada 2021 Bisa Dicapai

"Nah, sarana dan prasarana pertanian ini menentukan dalam peningkatan produksi pertanian yang diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan petani," kata Dadih, baru-baru ini.

Menurut Dadih, beberapa program yang mendukung sarana ini anatara lain berupa pengembangan dan pengelolaan air, sistem pembiayaan usaha, sistem mekanisasi, fasilitasi penyediaan pupuk bersubsidi dan pendaftaran maupum pengawasan.

BACA JUGA: Kementan Paparkan Capaian Optimal Hasil Kinerja

"Program itu sangat berdampak positif bagi peningkatan produk hingga kesejahteraan petani. Tercatat adanya peningkatan IP lahan persawahan di wilayah yang mengalami perbaikan irigasi," katanya.

Selain itu, para petani juga merasa aman dalam melakukan produksi karena pemerintah sudah menyediakan layanan asuransi pertanian yang mampu menggenjot potensi lahan pengahasil padi baru melalui optimasi lahan rawa di beberapa wilayah.

BACA JUGA: Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga dan Pasokan Pangan Stabil

"Secara nyata program tersebut telah memberi dampak terhadap peningkatan IP (Indeks Pertanaman), penambahan luas baku lahan, penambahan luas tambah tanam, perlindungan usahatani, dan peningkatan produktivitas," katanya.

Pengelolaan Pengairan Persawahan

Dalam kurun waku 4 tahun, Ditjen PSP telah membangun jaringan irigasi tingkat usaha tani dan pengembangan sumberdaya air dengan model padat karya. Jaringan yang meliputi irigasi tersier, perpompaan, embung serta dam parit ini nantinya langsung dikelola oleh petani.

"Pemerintah telah melakukan rehabilitasi irigasi tersier untuk mengairi lahan seluas 3,12 juta hektar. Irigasi ini rata-rata mampu meningkatkan IP 0,5 yang mampu meningkatkan produksi padi sebanyak 16,36 juta ton atau beras setara 8,18 juta ton," bebernya.

Selain irigasi, pemerintah juga membangun dan mengembangkan embung, dam parit dan long storage. pengembangan ini dilakukan selama kurang lebih empat tahun yang mencapai 2.956 unit dengan estimasi luas layanan seluas 25 hektar per unit.

"Dampak positif lain ialah pengelolaan irigasi pertanian sangat dirasakan pada musim kemarau. Kondisi kekeringan yang begitu ekstrem dan masif akibat El-Nino, mampu meningkatkan produksi padi tahun 2015 mencapai 75,39 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau meningkat 6,42 persen," jelasnya.

Optimasi Lahan Rawa

Berdasarkan data dari Pusdata, Indonesia memiliki potensi lahan rawa seluad 33,4 juta hektar yang terdiri dari lahan pasang surut dan rawa lebak. Dari jumlah tersebut, 9,3 juta hektar diantaranya diperkirakan mampu mengembangkan budidaya pertanian.

"Kami tidak menyia-nyiakan potensi ini untuk mengimplementasikan pengairan sehingga mampu meningkatkan indeks pertanaman (IP) dan produktivitas. Hal ini telah dirintis sejak tahun 2016 sampai 2018 ini," katanya.

"Pilot percontohanya telah dibuat di Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Optimasi lahan rawa ini merupakan salah satu solusi untuk mengantisipasi besarnya alih fungsi lahan pertanian produktif," lanjutnya.

Guna menjamin ketersediaan pupuk dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), pemerintah telah mengatur harga pupuk melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 47/Permentan/ SR.310/12/2017 tentang alokasi dan HET tertinggi pupuk bersubsidi tahun 2018.

Tahun 2015, pemerintah menyalurkan pupuk subsidi sebanyak 8.893.095,37 ton, kemudian tahun 2016 9.197.764,55 ton, tahun 2017 9.270.008,35 ton, dan pada tahun 2018 sebanyak 7.409.250 ton.

"Jenis pupuk yang disalurkan berupa Urea, SP36, NPK, ZA dan pupuk organik. Kemudian pengawasan pupuk dan pestisida juga dilakukan agar petani yang berhak menerimanya secara langsung," pungkasnya. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Stabilkan Harga Pasar, Kementan Gelar Telur Murah


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler