Kementerian ATR/BPN Tegaskan Pengadaan Tanah Tol Yogyakarta-Solo Lancar

Selasa, 11 Mei 2021 – 15:43 WIB
Kementerian ATR/BPN menyatakan pengadaan tanah proyek pembangunan Tol Yogyakarta-Solo tidak mengalami kendala apa pun. Kementerian ATR/BPN.

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyatakan pengadaan tanah proyek pembangunan Tol Yogyakarta-Solo tidak mengalami kendala apa pun. Pembayaran ganti rugi khususnya pada seksi I dari Kartasura-Purwomartani dipastikan sudah berjalan.

Tenaga Ahli Menteri ATR/Kepala BPN Bidang Pengadaan Tanah Arie Yuriwin mengatakan hingga saat ini pembayaran pengadaan tanah proyek tersebut mencapai 1.003 bidang tanah senilai Rp 1,15 triliun.

BACA JUGA: Kementerian ATR/BPN Berbagi Takjil Gratis di Lingkungan Kantor

“Seksi I ini diharapkan sudah bisa terfasilitasi untuk penyelesaian pembayarannya, karena kalau kita lihat untuk luas tanahnya ada 6.791 bidang yang rencana penganggarannya dibutuhkan Rp 5,7 triliun,” kata dia di kantor Kementerian ATR/BPN, Jumat (7/5).

Menurut dia, proyek Tol Yogyakarta-Solo terbagi atas tiga seksi, yakni Seksi I dari Kartasura-Purwomartani sebanyak 6.791 bidang tanah. Kemudian, Seksi II Purwomartani Sleman_Junction_ Sleman sebanyak 1.479 bidang tanah. Seksi III _Junction_ Sleman-Purworejo Jawa Tengah sebanyak 5.252 bidang tanah. Total pembebasan lahan yakni 13.522 bidang tanah.

BACA JUGA: Cegah Corona, Kementerian ATR/BPN Tegas Melarang Jajaran Mudik Lebaran

Namun demikian, tahapan pelaksanaan pengadaan tanah yang dilakukan Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah berjalan dengan lancar sesuai dengan ketentuan, mulai dari pengukuran, identifikasi, verifikasi, hingga penilaian.

“Itu sudah sesuai ketentuan. Kalau di DIY semua penyerahan hasilnya juga sudah selesai. Kalau misalnya 2021-2022 sudah dianggarkan, diharapkan tahun 2023 sudah selesai pembayaran untuk 3 seksi. Kalau sekarang kan baru seksi I yang baru terbangun, Kertasura-Purwomartani,” tuturnya.

BACA JUGA: Kementerian ATR/BPN Gelar Vaksinasi Covid-19 Tahap Akhir, 259 Peserta Hadir

Kepala Kanwil BPN DIY Suhendro menyampaikan proses pembayaran pengadaan tanah di wilayahnya dilakukan secara bertahap.

Dia berharap masyarakat yang sudah dan akan menerima uang pembebasan lahan bisa menjadi lebih bijaksana seperti mendahulukan kepentingan prioritas.

Selain itu, masyarakat diharapkan turut andil dalam setiap proses pengadaan tanah proyek tersebut.

“Masyarakat agar menerima imbauan dari presiden, menteri bahwa uang itu nanti akan dipergunakan untuk membeli tanah lagi, untuk usaha, untuk kepentingan prioritas lainnya," imbaunya.

Dia pun meminta masyarakat dalam tahapan berikutnya agar lebih banyak melakukan koreksi hak-hak yang memang menjadi milik mereka.

"Jangan sampai ada yang tidak terbayarkan. Ini yang kita selalu komunikasikan baik ke camat, lurah atau pejabat yang lainnya. Jangan sampai terjadi hal-hal yang terlewatkan atau ada yang tidak baik untuk dilakukan,” terang Suhendro.

Sebagai informasi, trase Jalan Tol Yogyakarta-Solo nantinya akan melintasi dua provinsi, yakni trase yang terletak di DIY sepanjang 60,93 kilometer dan trase yang terletak di Jawa Tengah sepanjang 35,64 kilometer.

Jalan tol ini ditargetkan akan dioperasikan secara bertahap pada tahun 2023 dan akan beroperasi penuh pada tahun 2024. Adapun total dana yang dibutuhkan untuk pembayaran pengadaan tanah mencapai Rp 17 triliun. (*/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler