Kementerian PUPR Catat hingga Awal Maret PKT Serap 110.544 Tenaga Kerja

Selasa, 09 Maret 2021 – 12:09 WIB
Kementerian PUPR mencatat PKT mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 110.544 orang. Foto: Biro Komunikasi Publik PUPR

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR mencatat program padat karya tunai (PKT) telah menyerap 110.544 tenaga kerja hingga awal Maret 2021.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, selain mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa/ pelosok.

BACA JUGA: Kementerian PUPR: Progres Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Capai 42,5 Persen

"Pola pelaksanaan PKT nanti juga harus memperhatikan protokol physical & social distancing untuk pencegahan penyebaran Covid-19," ujar Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (8/3).

Basuki menjelaskan program PKT Kementerian PUPR dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat/warga setempat. Mereka, kata Basuki, menjadi pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil.

BACA JUGA: PUPR Targetkan Empat Bendungan di Jatim Rampung Tahun Ini

"Juga menjadi pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi," papar dia.

Diharapkan, lanjut Basuki, PKT bermanfaat dan dapat langsung memberikan kontribusi pada program pemulihan ekonomi nasional (PEN) pasca-pandemi Covid-19.

BACA JUGA: PUPR Targetkan 30 Ribu Rumah Nonsubsidi dapat Keringanan PPN, hingga 100 Persen

Kementerian PUPR telah mulai menggulirkan program PKT pada TA 2021 dengan alokasi anggaran Rp 23,24 triliun untuk target menyerap sebanyak 1,23 juta tenaga kerja.

"Hingga awal Maret 2021 telah tersalurkan dana PKT sebesar Rp 1,39 triliun atau enam persen dengan jumlah tenaga kerja terserap sebanyak 110.544 orang," jela Basuki.

Dia juga mengatakan, adapun pekerjaan PKT utamanya meliputi pembangunan infrastruktur kerakyatan yang mendukung produktivitas masyarakat perdesaan.

Basuki mencontohkan, seperti peningkatan irigasi kecil, perbaikan jalan lingkungan, rumah subsidi, penanganan kawasan kumuh, dan peningkatan kualitas air minum dan sanitasi.

Dia menjelaskan, untuk program infrastruktur sumber daya air (SDA) yang dilaksanakan dengan skema PKT dialokasikan anggaran sebesar Rp 7,15 triliun dengan target 386.159 tenaga kerja.

"Dilaksanakan oleh seluruh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS/BWS) Ditjen SDA Kementerian PUPR yang tersebar di 34 provinsi," jelas Basuki.

Di bidang jalan dan jembatan, kata Basuki, Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga menganggarkan dana sebesar Rp 6,69 triliun dengan target menyerap 273.603 tenaga kerja.
"Kemudian, bidang permukiman dialokasikan anggaran sebesar Rp 5,29 triliun yang ditargetkan untuk 194.471 tenaga kerja," ucap Basuki.

Selanjutnya, anggaran padat karya juga disalurkan oleh Ditjen Perumahan melalui program rumah subsidi atau dikenal dengan bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) sebanyak 190.130 unit dengan target 378.460 tenaga kerja.

"Pada TA 2021 dialokasikan sebesar Rp 4,11 triliun yang dilaksanakan melalui peningkatan kualitas rumah swadaya," pungkas Basuki. (mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler