Kementerian PUPR Perbaiki Infrastruktur Rusak di 3 Kabupaten

Senin, 11 Desember 2017 – 15:05 WIB
Presiden Jokowi, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Kepala BNPB Willem Rampangilei. Foto: Pojokpitu/JPG

jpnn.com, PACITAN - Kementerian PUPR Perbaiki Infrastruktur Rusak di 3 Kabupaten

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memobilisasi personel dan alat berat untuk memperbaiki jembatan yang putus dan tanggul sungai yang ambles akibat banjir.

BACA JUGA: Jokowi Minta Pemulihan Dampak Bencana Dipercepat

Hal itu untuk menangani bencana di Gunung Kidul, Yogyakarta dan Pacitan, Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi lokasi yang terdampak bencana baru-baru ini.
Lokasi yang ditinjau di antaranya Jembatan Bonjing di Kabupaten Gunung Kidul dan tanggul Sungai Grindulu.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Minta Pemulihan Pancabencana Dilakukan Cepat

"Sebagai contoh ini (Bonjing) adalah jembatan kecil, tapi karena darurat dan Kabupaten tidak punya dana (untuk rekonstruksi), jadi akan dikerjakan oleh BNPB atau Kementerian PUPR," kata Presiden Jokowi.

Jembatan Bonjing sepanjang 50 meter dengan lebar 2 meter merupakan salah satu jembatan yang putus akibat bencana banjir di Selatan Jawa pada akhir November 2017 lalu.

BACA JUGA: Baguna Kirim Tim demi Bantu Korban Banjir di Daerah Asal SBY

Jembatan yang melintang di atas Sungai Oya ini memiliki fungsi vital untuk menghubungkan dua Dusun Gelaran I dan II.

Sementara itu, untuk jalan longsor di Kabupaten Pacitan yang tengah dikerjakan, Presiden Jokowi meminta untuk segera diselesaikan. Untuk tanggul yang jebol, Presiden menargetkan selesai dalam dua minggu.

“Tanggul beri waktu dua minggu untuk bisa diselesaikan,” kata Presiden Jokowi.

Sementara itu Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto yang ditemui di Pacitan mengungkapkan segera membangun jembatan darurat sebagai pengganti sementara Jembatan Bonjing.

“Penanganannya bersifat darurat agar bisa dilalui dulu sambil dipersiapkan pembangunan jembatan permanennya lebih kurang 100 meter dari hilir jembatan yang ada sekarang,” katanya.

Untuk mencegah kembali rusaknya infastruktur akibat longsor dan bencana banjir bandang, dirinya meminta agar seluruh pemulihan infrastruktur memperhatikan perkuatan pondasi jembatan serta perkuatan tebing di sepanjang jalan nasional.

"Longsoran ini bisa kita cegah kalau kita memahami karakteristik sungai. Tantangan utamanya bagaimana membangun infrastruktur berdasarkan morfologi sungai," kata Arie.

Terkait perbaikan ke depannya, Arie telah berkoordinasi dengan Direktur Jenderal SDA Imam Santoso untuk memperoleh data geometri sungai.

"Saya sudah diskusikan dengan teman-teman SDA supaya kami bisa perbaiki dengan cepat dan juga dengan keandalan yang tinggi," tambahnya.

Menurutnya jebolnya tanggul Sungai Grindulu disebabkan akibat curah hujan yang tinggi dan pada saat bersamaan juga permukaan air laut sedang naik. "Sehingga aliran air tidak bisa ke laut dan berpusar. Itu yang menyebabkan tanggul rusak dan pondasi Jembatan Grindulu terancam," terangnya.

Di Pacitan juga terdapat tujuh jembatan gantung yang terdampak bencana banjir dan saat ini sedang dikerjakan perbaikannya.

Di antaranya Jembatan Gantung Tambak Rejo, Banjarsari I, Banjarsari II, Kembang, Kedungbendo, Kebon, dan Kali Atas

Tidak hanya di Pacitan, Arie mengatakan juga akan memperkuat pondasi jembatan yang melintas di atas sungai pada seluruh wilayah untuk mengantisipasi perubahan cuaca ekstrem.

"Saya minta pengerjaannya dimulai dari sekarang, minimal perbaikan jembatan yang ada dulu. Kami masih punya sisa dana untuk penanganan. Sebagian akan memakai dana darurat bencana 2017. Saya minta pengerjaannya tertib administrasi," ujarnya.

Usai menyusuri wilayah Jawa Timur dari Ponorogo sampai Pacitan, di mana jalannya berada di sisi kanan Sungai Grindulu, Arie bersama rombongan melanjutkan perjalanan ke Wonogiri dan Yogyakarta.

Di Wonogiri, dia meninjau tiga jembatan yang terdampak bencana banjir. Di antaranya dua jembatan yang putus, yakni Jembatan Taman Wiroko sepanjang 23 meter, dan Jembatan Puter Jatiroto-Tirtomoyo.

Sementara Jembatan Banyak Prodo/Ngalaran sepanjang 62 meter hanya mengalami kerusakan pada pilar jembatan dan dinding samping abutment yang runtuh.

Untuk dua jembatan yang putus tersebut, sambil dilakukan perbaikan jembatan permanen, akan dipasang jembatan darurat (bailey) agar tetap bisa dilalui warga.

Sementara itu, untuk pembangunan Jembatan Bonjing, Arie menyatakan sudah dimulai pembangunannya dan ditargetkan akan selesai dalam waktu 3 bulan sesuai instruksi Presiden.

"Kami optimistis semua perbaikan jembatan bisa selesai dalam 3 bulan," ungkapnya. (flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lihat Perjuangan Anak Ini Seberangi Jembatan Rusak


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler