Kemkominfo Membangkitkan Inovasi Wastra Tenun NTT

Selasa, 30 Maret 2021 – 23:47 WIB
Gernas BBI di Nusa Tenggara Timur. Foto: dok Kemenkominfo

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Kominfo ditunjuk sebagai campaign manager Gernas BBI di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan mengusung tema Kilau Digital Permata Flobamora.

Provinsi yang memiliki beberapa wilayah kawasan destinasi wisata super rioritas seperti Labuan Bajo, Pulau Flores, Lembata, dan Alor ini menyimpan banyak potensi UMKM lokal yang bisa menjadi unggulan di bidang fesyen, kuliner, dan kriya.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Wasiat Terduga Teroris Makassar, Pesawat China Bakal Langsung Dirudal, Kisah Perempuan Bercadar

Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik sebelumnya telah mengadakan Road to #PesonaDigitalNTT Webinar & Workshop “Mendorong Kreasi & Inovasi Wastra Tenun dan UMKM Nusa Tenggara Timur” pada Rabu (24/3).

Kegiatan itu untuk mengedukasi dan memberikan pemahaman mengenai kemampuan adaptif dan kreatif di era pandemi pada para pelaku UMKM di daerah NTT.

BACA JUGA: Kopi Celup Bangflo dengan Kemasan Rumput Laut, Inovasi Baru Ngopi dan Cinta Lingkungan

Acara ini dilaksanakan secara offline di Hotel Inaya Bay Komodo, Labuan Bajo dan disiarkan secara live melalui aplikasi Zoom dan kanal YouTube Kemkominfo TV.

Sejumlah narasumber yang hadir adalah Nur Asia Uno (Ketua Bidang Promosi dan Humas Dekranas), Trince Yuni (Ketua Dekranasda Kabupaten Manggarai Barat), Alfonsa Horeng (Pendiri Rumah Tenun NTT), Kuncoro Wastuwibowo (Sinergy Project Leader Telkom Indonesia - Telkom Group), Ni Luh Putu Sri Sandhi (Manager Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran BI-NTT), dan Ericson Sibagariang (Vice President Area Account Management Telkomsel), serta keynote speaker Tri Tito Karnavian (Ketua Harian Dekranas).

BACA JUGA: Selamat! Petani Rumput Laut NTT Kalahkan Perusahaan Minyak Australia di Pengadilan

Adapun acara ini dibuka dengan beberapa sambutan dari Septriana Tangkary (Direktur IKPM Kemenkominfo), Nanny Hadi Tjahjanto (Ketua Umum Dharma Pertiwi), Endang Budi Karya (Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas), Edistasius Endi (Bupati Kabupaten Manggarai Barat), dan Maria Anna Plate (Anggota Bidang Promosi dan Humas Dekranas).

Septriana Tangkary menyampaikan Gernas BBI terbukti sukses mendorong banyak pelaku UMKM.

Hasilnya, onboarding yang didapatkan pada Desember 2020 sampai dengan hari ini terhitung sudah 3,7 juta UMKM yang telah berpindah ke ruang digital.

“Keberhasilan ini merupakan kolaborasi dan kerjasama terbaik oleh semua pihak,” ungkap Septriana.

Sementara itu, Nanny Hadi Tjahjanto mengingatkan seluruh masyarakat khususnya pelaku UMKM untuk memanfaatkan sarana dan pra-sarana milik bangsa sendiri agar bisa berkembang.

“Daftarkan UMKM pada LaDaRa, beli satu tumbuh seribu bangga buatan Indonesia,” ujar Nanny.

Bidang wirausaha baru Dekranas bersinergi dengan Kemkominfo juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada 20 orang perajin tenun pemula.

Selain itu, diberikan pelatihan sistem penjualan secara digital atau marketplace dan payment gateaway secara tatap muka (offline) kepada 60 orang pelaku UMKM.

Endang Budi Karya mengharapkan dengan adanya pelatihan ini para penenun mempunyai keahlian menenun dengan kualitas dan desain motif yang bervariasi tetapi tetap mempertahankan identitas kearifan lokal serta menguasai manajemen marketing baik offline maupun online.

“Di Labuan Bajo dan NTT, tenun merupakan ciri khas masyarakat setempat dengan motif yang beragam dan menggambarkan kearifan lokal,” ujarnya.

Maria Anna Plate menambahkan kain tenun merupakan salah satu dari sekian banyak ciri khas NTT yang patut dibanggakan.

Menurutnya, membuat satu lembar kain tenun, membutuhkan waktu yang cukup lama tetapi hasilnya akan memuaskan, baik itu bagi pengrajin maupun pembeli.

“Hasil tenun rapi, corak yang indah, dan warna yang menarik, apalagi jika menggunakan benang dengan pewarna alami. Kenyataannya tenun yang menggunakan benang toko mungkin lebih umum dilakukan kerana permintaan yang tinggi dari masyarakat maupun biaya yang efisien, tetapi tenun dengan corak dan motif dasar dari masing-masing suku serta warna dan benang alami haruslah kita pertahankan,” jelas Maria.

Dia melanjutkan Indonesia patut berbangga atas kegiatan menenun yang dikembangkan secara turun temurun dan menonjolkan ciri khas daerah masing-masing.

Seperti Sumba Timur yang terkenal dengan motif tengkorak, Maumere dengan motif pohon, hujan, ranting, dan Manggarai terkenal dengan corak bunga, laba-laba dan binatang.

Pada sesi talkshow, Nur Asia Uno menyampaikan peran bidang promosi dan humas Dekranas adalah membantu pemasaran produk melalui publikasi serta pemberitaan dan pameran online atau offline.

Targetnya, produk para perajin bisa dipromosikan lebih luas melalui platform digital media sosial serta dipasarkan di pameran.

"Produk dari perajin akan dibantu dipasarkan melalui marketplace yang sudah exist seperti Tokopedia dan LaDaRa yang sudah bermitra juga dengan OVO dan Grab, sehingga produk binaan Dekranas bisa berjalan berjualan secara online,” kata Nur Asia.

Trince Yuni juga mengungkapkan Dekarnas Manggarai Barat turut membantu dan mendorong kemajuan kerajinan daerah baik dari segi pemasaran, kualitas produksi, serta melestarikan kearifan lokal di daerah.

Di kesempatan yang sama, Kuncoro juga menyampaikan bahwa peran Telkom saat ini adalah menumbuhkan sistem kerjasama yang melibatkan masyarakat.

“Di Indonesia 80% rakyat atau 60 juta keluarga hidup tergantung dari UMKM, sehingga UMKM yang kita kembangkan bukan hanya kreasi tapi juga ke ranah pertanian, wisata dan UMKM-UMKM di daerah terpencil,” kata Kuncoro.

Ni Luh Putu mengatakan Bank Indonesia berupaya membantu pengembangan program UMKM dari sisi digitalisasi promosi maupun digitalisasi sistem pembayaran.

Salah satunya adalah dengan menggunakan standarisasi QR Code atau QRIS yang saat ini telah banyak digunakan.

“Ini dilakukan untuk mempermudah dalam transaksi pembayaran secara digital. Sehingga, walaupun UMKM tetap harus bisa go digital supaya bisa memperluas pemasaran, jadi bisa siap ekspor,” jelasnya. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler