Kemnaker Komitmen Tingkatkan Perlindungan bagi Pekerja Sektor Perikanan

Rabu, 23 Maret 2022 – 23:14 WIB
Sekjen Anwar Sanusi menyampaikan komitmen Kemnaker meningkatkan perlindungan bagi pekerja sektor perikanan di acara ILO Work in Fishery Consultation Meeting secara virtual, Rabu (23/3). Foto: Dokumentasi Kemnaker

jpnn.com, JAKARTA - Sektor perikanan dan pengolahan hasil laut telah memberikan sumbangan besar bagi perekonomian Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi menyampaikan pemerintah telah berkomitmen akan terus meningkatkan pelindungan bagi pekerja di dua sektor tersebut.

BACA JUGA: Dukung Upaya Rebranding BLK, Kemnaker Dorong ASN Tingkatkan Integritas dan Kapasitas

Terkait hal itu, Kemenaker bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait lainnya.

"Ini untuk memastikan dan meningkatkan perlindungan bagi para pekerja," kata Sekjen Anwar Sanusi di acara ILO Work in Fishery Consultation Meeting secara virtual, Rabu (23/3).

BACA JUGA: Menaker Ida Fauziyah: Kami Tak Ingin BLK Hanya jadi Pameran Alat-alat Bekas

Sekjen Anwar juga menyampaikan untuk memperkuat komitmen ini pihaknya juga menggelar agenda Pertemuan National Program Advisory Committee (NPAC) Ship to Shore Rights South East Asia Program.

Program ini hasil kerja sama dengan ILO, IOM, UNDP, serta mendapat dukungan Uni Eropa.

BACA JUGA: Wapres Ingin BLK jadi Pusat Pengembangan Kompetensi Tenaga Kerja Berdaya Saing Global

Program ini, jelas Anwar Sanusi, ditujukan untuk membantu mitra di Indonesia untuk memperkuat sektor perikanan dan pengolahan hasil laut.

Program tersebut juga menekankan pada aspek pengembangan migrasi tenaga kerja yang aman dan terorganisir, peran serta asosiasi pengusaha di sektor perikanan dan pengolahan, serta pemberdayaan kelompok masyarakat sipil dan serikat pekerja.

"Semoga hari ini kami dapat mendengar beberapa informasi mengenai kemajuan pelaksanaan kerja sama yang dilakukan oleh Program Ship to Shore Rights South East Asia," katanya.

Dalam paparannya, Anwar Sanusi juga mengapresiasi ILO yang telah menambahkan pembahasan dalam dua program dukungan teknis.

Pertama, Program Accelerator Lab 8.7, sebuah Program Global ILO yang menekankan pada pemberantasan kerja paksa dan pekerja anak termasuk dalam sektor perikanan.

Kedua, Program Hak Pekerja di Sektor Pedesaan Indo-Pasifik dengan Penekanan pada Perempuan, yang menekankan pada perlindungan pekerja perempuan, termasuk di sektor pengolahan hasil laut.

"Adanya program-program tersebut juga menunjukkan besarnya potensi dukungan yang dapat diperoleh mitra tripartit Indonesia melalui berbagai kemungkinan kerja sama teknis sesuai kebutuhan dan konteks di Indonesia," ujarnya. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler