Kena Bondet, 2 Pemuda Terkapar

Satu Tangan Putus, Pergelangan Korban Lain Hancur

Senin, 22 Desember 2014 – 09:29 WIB

jpnn.com - PASURUAN - Dua pemuda harus dilarikan ke RSUD dr Soedarsono, Kota Pasuruan, karena terluka serius setelah terkena ledakan bondet di kompleks SMPN 3 Satu Atap (Satap) di Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Sabtu malam (20/12). Dua pemuda malang itu adalah Suhet, 23, dan Wasis, 19, warga Dusun Tanah Celeng, Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Pergelangan tangan kanan Suhet putus dengan disertai luka tidak beraturan karena terkena ledakan bondet. Sementara itu, Pergelangan tangan kiri Wasis 19, hancur dengan dada kirinya menderita luka bakar.

Sejauh ini belum diketahui kronologi kejadian tersebut. Petugas dari Polsek Grati yang melakukan penyelidikan pun belum bisa menyimpulkan kejadian itu. Yang pasti, berdasar pemeriksaan sementara, dua korban belum memiliki catatan kriminal. ''Semua masih diselidiki. Kami masih mengumpulkan keterangan,'' ujar Kapolsek Grati AKP Teguh Taviyarno kemarin.

Berdasar keterangan yang dihimpun koran ini, peristiwa itu bermula saat Wasis keluar rumah pukul 18.30 dengan mengendarai motor Honda Supra Fit bernopol DK 5206. Korban menuju ke SMPN 3 Grati Satap bersama Suhet.

Di tempat itu, menurut informasi yang berkembang, ada beberapa rekan Wasis dan Suhet yang cangkrukan lebih dulu. Entah bagaimana ceritanya, saat mereka asyik ngobrol, suara ledakan yang cukup keras tiba-tiba terdengar menyalak. Duarrr. Meski hanya terdengar sekali, ledakan dari bondet alias bom ikan itu membuat dua korban tersebut terkapar.

Warga sekitar yang mendengar ledakan tersebut bergegas menuju ke lokasi. Sebagian di antara mereka berusaha menolong korban. Sebagian lainnya menghubungi Polsek Grati. Namun, petugas yang tiba di lokasi beberapa menit kemudian tidak mendapati rekan korban.

Mereka ditengarai kabur dengan membawa motor Wasis. Sebab, petugas yang menyisir lokasi tidak menemukan motor korban. Oleh petugas, Wasis dan Suhet kemudian dibawa ke unit gawat darurat RSUD dr R. Soedarsono. Mereka tiba di rumah sakit pukul 20.30.

Darah segar keluar dari luka dua korban itu. Maklum, ledakan yang terdengar cukup keras tersebut memutuskan pergelangan tangan kanan Suhet. Sementara itu, Tangan kiri Wasis, 19, hancur.

Jawa Pos Radar Bromo berusaha mengumpulkan keterangan dari keluarga korban yang menemani. Sofiah, 18, adik Suhet, menyatakan tidak mengetahui pasti kronologi kejadian tersebut. Dia baru mengetahui saudaranya mengalami musibah setelah diberitahu warga.

''Saya adiknya, dia ini gak kerja. Saya gak tahu kejadian ini. Tahunya setelah ada orang-orang datang ke rumah bilang dia ada di rumah sakit,'' kata Sofiah sambil memegangi Suhet yang mengerang kesakitan.

Penjelasan serupa disampaikan Satri, 53, ibu Wasis. Meski tidak mengetahi kejadian itu secara pasti, dia membenarkan bahwa korban sebelumnya keluar dengan mengendarai sepeda motor Supra Fit bernopol DK 5206. ''Saya tidak ngerti dia keluar ke mana dan dengan siapa. Saya tahunya dia sudah ada di rumah sakit. Yang mengabari orang-orang,'' katanya.

Ledakan yang membuat dua korban terluka tersebut hingga kini masih menjadi teka-teki. Polisi yang melakukan penyelidikan belum bisa memastikan motif dan penyebab ledakan itu. Namun, menurut informasi yang diperoleh, ledakan tersebut berasal dari bondet milik salah satu korban. ''Ada yang bilang bahwa korban memang bawa bondet,'' tutur keterangan salah seorang warga.

Soal kemungkinan insiden tersebut terkait dengan tindak kejahatan, polisi belum berani memastikan. SMPN 3 Satap yang menjadi lokasi korban dan rekan-rekannya berkumpul itu dikabarkan kosong.(rah/aad/bh/JPNN)

BACA JUGA: Antar Kerangka Jenazah, Ambulance Kecelakaan, Imam Masjid Tewas

BACA ARTIKEL LAINNYA... Xenia Tabrak Bus, 3 Tewas


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler