Kenapa Media Dilarang Meliput Perundingan Lanjutan Kedua Korea?

Minggu, 23 Agustus 2015 – 18:44 WIB
Pemimpin kedua Korea saat sepakati perundingan lanjutan pada Minggu (23/8) untuk meredakan ketegangan. Foto: Reuters

jpnn.com - KOREA SELATAN - Setelah memulai perundingan pukul 16.00 WIB Sabtu kemarin untuk meredakan ketegangan kedua negara yang terus meningkat, Korea Utara dan Selatan kembali melanjutkan pembicaraan putaran kedua pada Minggu (23/8) tadi. 

Perundingan lanjutan tersebut dibuat setelah kedua pihak ada kesepakatan pada perundingan yang berjalan sekitar 10 jam pada hari Sabtu kemarin. Pejabat penting dari kedua negara telah bertemu di wilayah gencatan senjata, Panmunjom, di dekat perbatasan.

BACA JUGA: Dua AS yang Menangkap Pelaku Teror di Kereta Cepat Prancis Dapat Medali

Dilansir dari laman BBC, sebelumnya Korea Utara telah mengancam akan melancarkan agresi militer secara besar-besar apabila Korea Selatan tidak menghentikan siaran propaganda.

Korsel disebut melakukan propogranda melalui pengeras suara ke arah perbatasan Korut. Mengingat perbedaan masih besar, kedua pihak sepakat kembali berunding untuk tadi sore untuk mempersempit perbedaan tersebut.

BACA JUGA: Polisi Periksa Tersangka Teror Kereta Prancis

Tak satupun media yang diizinkan untuk meliput perundingan yang berlangsung di dalam Zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea. Belum ada penjelasan mengapa media dilarang meliput perundingan lanjutan tersebut.

Korea Selatan akan diwakili penasihat keamanan nasional Kim Kwan-jin dan Menteri Unifikasi Hong Yong-Pyo, sementara Korea Utara akan mengirim pejabat senior Hwang Pyong-so dan Kim Yong-gon.(ray/jpnn)

BACA JUGA: Israel Lancarkan Serangan Udara ke Suriah Empat Orang Tewas

BACA ARTIKEL LAINNYA... Astaga, Biara Kristen Kuno di Suriah Rata di Buldozer ISIS


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler