Kepala BPIP Cek Distribusi BTU Pendidikan Pancasila Hingga ke Perbatasan RI-Malaysia di Entikong

Minggu, 24 September 2023 – 06:44 WIB
Kepala BPIP Prof Yudian Wahyudi mengunjungi SDN 12 Entikong untuk memastikan distrisbusi BTU Pancasila sudah sampai hingga ke perbatasan RI-Malaysia sekaligus menyosialisasikan Salam Pancasila kepada murid dan guru di sekolah tersebut. Foto: Dokumentasi Humas BPIP

jpnn.com, ENTIKONG - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi mengunjungi perbatasan Indonesia-Malaysia di Entikong, Kalimantan Barat, Jumat (23/9).

Di dampingi Deputi Hubungan Antarlembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Ir Prakoso, Prof Yudian melakukan monitoring dan sosialisasi buku teks utama (BTU) Pendidikan Pancasila dan Salam Pancasila kepada satuan pendidikan di wilayah tersebut.

BACA JUGA: Kunker ke PLBN, Kepala BPIP Komitmen Perkuat Ideologi Pancasila di Perbatasan Negara

Prof Yudian menyampaikan buku tersebut harus segera didistribusikan secara merata pada satuan pendidikan di Indonesia, mulai tingkat sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi.

Hal itu atas dasar Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan PP Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan.

BACA JUGA: Di Hadapan Menteri dan Pejabat Tinggi, Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Ingatkan Hal Ini

"Kami hadir di sini, di Entikong untuk melihat langsung di lapangan, memastikan buku ajar Pendidikan Pancasila sudah sampai di wilayah terdepan Indonesia atau belum," ungkap Prof Yudian dalam keterangannya, Minggu (24/9).

Menurut Prof Yudian, dari monitoring tersebut kemudian akan menjadi catatan dan evaluasi BPIP bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

"Karena mata ajar pendidikan Pancasila sudah harus diberikan mulai semester sekarang," tegasnya.

Dia juga menjelaskan buku tersebut sudah disosialisasikan secara serentak dihadiri langsung Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri, Menko PMK Muhadjir Effendy, Mendikbudristek Nadiem Makarim, dan kementerian atau lembaga lainnya.

Prof Yudian menegaskan Pancasila sangat perlu ditanamkan kepada anak-anak sejak kecil.

"Sikap dan perilaku yang berlandaskan Pancasila dan nilai-nilai moral dapat dikembangkan pada diri anak sehingga anak dapat tumbuh dengan akhlak yang mulia yang sesuai dengan harapan bangsa," terang Prof Yudian.

Dia berharap dengan diberlakukannya kembali pendidikan Pancasila menjadi pondasi generasi penerus Bangsa Indonesia sehingga tidak mudah terpapar paham-paham radikalisme atau paham ideologi transnasional lainnya, terutama di wilayah perbatasan.

"Terkait masalah radikalisme, saya yakin semua unsur sudah mengantisipasinya," ujarnya.

Selain lembaga pendidikan, Prof Yudian menyebutkan juga ada ada TNI dan Polri yang bertugas di pos-pos batas negara.

"Bukan hanya menjaga, tetapi menguatkan Ideologi Pancasila secara bergotong royong," tegasnya kembali.

Prof Yudian juga mendorong kepada sekolah untuk berkoordinasi dengan pihak Kemendikbudristek untuk mendapatkan buku tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, BPIP juga menyosialisasikan Salam Pancasila kepada murid dan guru di SDN 12 Entikong.

Kepala SDN 12 Entikong Halijah mengapresiasi dengan kunjungan BPIP.

Halijah mengaku sangat senang karena telah memberikan pemahaman tentang implementasi BTU Pendidikan Pancasila.

Dia juga akan segera berkoordinasi dengan dinas pendidikan setempat untuk mendapatkan buku utama tersebut dan diimplementasikan bagi seluruh kelas.

"Saat ini kami sudah memberlakukan kurikulum merdeka dan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan di sini," ujar Halijah. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler