Keren, FB Sponsori Persija

Rabu, 14 Maret 2012 – 12:01 WIB

jpnn.com - KEPALA saya tiba-tiba membesar. Dada saya ikut-ikutan menggelembung seolah-olah hendak meledak. Sulit menyembunyikan rasa bangga saya terhadap Persija Jakarta! Betul-betul Persija di dadaku! Bagaimana tidak? Ada “FB” yang menempel di dada kaus orange Persija! Pikiran saya langsung terbang menembus awan Samudera Pasifik 24 jam ke Negeri Paman Sam sana.

Markas Facebook Inc, yang diciptakan oleh si jenius Mark Zuckerberg. Wow, surprise betul. FB itu penyelamat ekonomi AS yang tengah diguncang krisis saat ini. FB, perusahaan berbasis internet yang nilai kapitalisasinya menembus USD 41 Miliar? Langsung mendongkrak popularitas Presiden Barack Obama. Kalau di IDR-kan, setara dengan Rp 369 triliun.

Seperempat jumlah APBN Republik Indonesia saat ini. Salut, jempol dua, FB menempel di dada kostum kebanggaan Persija. Mengapa bangga? Pertama, ini adalah satu-satunya tim sepak bola Indonesia yang disponsori perusahaan IT internasional yang sangat bonafide. Berarti, Persija dianggap bisa mewakili bonafiditas dan image FB.Inc.

Persija dinilai memiliki publik atau pendukung yang multinasional pula, yang bisa menjadi pijakan FB.Inc. untuk membuat lompatan sejarah baru yang lebih jauh. Belum ada klub di seluruh dunia, yang disponsori FB. Bangga saya! Kedua, nilainya pasti besar, atau paling tidak, yang terbesar dari seluruh sponsor yang ada, karena FB itu mengambil posisi di dada.

:TERKAIT Itu berarti, manajemen Persija sangat solid dan cerdas. Tim Marketing Persija berkelas dunia, mampu menggaet perusahaan Amerika yang harga per lembar sahamnya sudah menembus USD 16 itu. Ketiga, saya menduga akan ada revolusi baru pasca temuan FB, yang masih dirahasiakan, yang bisa membuat dunia semakin sempit. Dunia kian tak berbatas oleh sekat-sekat jarak dan waktu.

Dunia semakin terkoneksi dan bisa diakses di komputer maupun HP. Saya menduga FB akan menyatukan members dunia maya ke dunia nyata. Saya menduga, itu diuji coba di Stadion Gelora Bung Karno dengan gate pertandingan home Persija. Saya menduga, Persija akan belanja pemain, pelatih, dan ofisial agar betul-betul layak disebut Barcelona FC-nya Indonesia, atau Real Madrid-nya Nusantara.

Keempat, FB sudah mencium ada “bisnis besar” di balik sepak bola Indonesia. Meskipun prestasinya sedang terkubur oleh konflik internal di badan regulasinya, PSSI. FB pasti sudah memiliki hitungan benefiditas timbal balik yang positif ketika memutuskan mensponsori Persija. Sehingga FB yang sudah sukses melewati situs lelang ternama, eBay di bursa Nasdaq, yang masih di kepala USD 39,3 M itu bisa semakin melejit dari angka saat ini USD 41 M.

Sasaran berikutnya, mengejar Amazon.Com.Inc yang sudah USD 74,4M yang berada di peringkat kedua. Dan sasaran puncaknya mengejar Google.Com.Inc yang menembus USD 192,9 Miliar. Kelima, kebanggan saya karena saya juga pengguna jejaring sosial itu, untuk mempromosikan tulisan-tulisan Indopos di wall Facebook. Tentu, sebagai media, saya bisa turut mendompleng promosi dan sekaligus berkomunikasi dengan pembaca-pembaca yang juga suka meng-up date status.

Bravo Persija! Selamat datang Facebook di Jakarta! Sebagai bentuk apresiasi, saya mau membeli atribut dan merchandise Facebook Persija. Pasti keren, kombinasi logo biru di kaus atau jaket orange. Seperti saya membeli jersey Real Madrid di stadion Santiago Bernabeu dan kostum Barcelona FC di CampNou di Spanyol.

Belakangan saya baru ngeh, logo FB nya kok tidak standar? Font dan warnanya tidak biru? Tapi warna-warni, ada biru muda, biru tua, merah, hijau muda, kuning dan orange? Back ground-nya putih? “F” nya terlalu langsing, dan “B” nya terlalu gemuk berisi? Bundaran “B” di bawah, ada siluet Monas? Waduh, ini pasti plesetan murahan yang tidak bermutu? Tetapi kok serius? Posisi di dada? Berarti nilai bayarannya juga serius dan terbesar? Usut punya usut, ternyata FB di Persija itu bukan “Facebook” yang sempat membuat kepala dan dada saya membesar itu. FB Persija itu kependekan dari “Forum Bersama” Jakarta.

Sinyal saya langsung terpancar dengan isu calon gubernur DKI Jakarta 2012. Apalagi, belakangan ini, sejak logo FB itu menempel di kostum Macan Kemayoran, Gubernur Fauzi Bowo sering nonton di Stadion GBK? Mungkin itu ada kaitannya, mungkin juga masih malu-malu untuk mengkaitkan FB dengan Fauzi Bowo. Tetapi, itu mudah sekali “dibaca”, mudah ditebak bahwa ini “dikait-kaitkan.”

Tujuannya, apa lagi kalau bukan mengalirkan pendukung Persija ke Cagub incumbent Fauzi Bowo. Gitu saja kok pakai istilah “Forum Bersama” Jakarta? Mengapa tidak langsung saja, jujur-jujuran, dengan nama sang calon? Sebagai kepala daerah, apa sih yang tidak bisa dilakukan? Barangkali, tim sukses terlalu berhati-hati.

Pertanyaannya, apakah model promosi slintat slintut, malu-malu, dan terselubung semacam ini efektif? Saya ragu, publik sepak bola itu juga makin realistis. Pertama, emosi dan hatinya pendukung itu ada di Persija, bukan pada personal.

Kecuali, tokoh itu memiliki track record yang meyakinkan, membela tim sejak lama, dan konsisten berjuang untuk tim dalam suka dan duka. Memang, belakangan ini, Foke selalu tampil di setiap pertandingan Persija di GBK. Apakah itu cukup untuk merayu fans Persija? Kedua, fans sepak bola itu di mana-mana bersifat anomalis. Saat menghadapi ancaman kekalahan, target harus menang, mereka sangat solid dan kental.

Tetapi saat ke luar stadion, mereka sangat cair. Mereka orang liar yang tidak punya keberpihakan dan keertarikan pada politik. Ketiga, logo di dada itu juga bertaruh dengan reputasi, pamor, nama, image dan harga diri. Mengapa “Unicef” menempel di dada Barca? Mengapa AON dan Nike di kaus Manchaster United? Mengapa “bwin.com” dan “Adidas” ada di kaus Real Madrid? Mengapa “Samsung” di kaus Chealsea? Lalu “Fly Emirates” di AC Milan? Mereka semua bertaruh, kalau timnya menang maka brand nya ikut menang.

Begitu pun sebaliknya, kalau timnya kalah, maka brand produknya pun ikut kalah. Karena itu, sponsor adalah pressure terbesar kedua bagi sebuah klub, selain supporter dan pemilik. Seserius itukah FB Fauzi Bowo mensupport Persija? Supporting yang konsisten, dalam suka dan duka, berjangka panjang, untuk kepentingan Persija? Atau hanya sekedar “akal bulus”, mencuri momentum menjelang pilkada Juli 2012 ini saja? Hah… akal bulus? Emang bulus punya akal? (*)

(*) Penulis adalah Pemred-Direktur Indopos, Wadir Jawa Pos.


BACA ARTIKEL LAINNYA... Awas, Demam Korea Melanda

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler