jpnn.com - BANDARLAMPUNG - Nurabinasari menorehkan prestasi tertinggi pada kejuaraan judo Bali Open di Gedung Bilabuana, Denpasar, Bali, 25-27 Maret. Dia mempersembahkan medali emas untuk Lampung setelah mengalahkan pejudo Kalimantan Timur di final kelas 78 kg putri.
James Fernando, pejudo Lampung lainnya juga menyumbang medali. James meraih perunggu karena menyerah pada pejudo tuan rumah di semifinal kelas +100 kg putra.
BACA JUGA: Jika Lolos Liga Champions, Inter Bajak Bomber Madrid
“Nurabinasari dan James masing-masing meraih medali emas dan perunggu,” ujar pelatih judo Lampung Wardi seperti dikutip dari Bengkulu Ekspres (Jawa Pos Group), Senin.
Selain Nurabinasari dan James, Lampung juga menurunkan Livia Susanti di kelas + 78 kg putri, Titin Aguslinawati (kelas 56 kg putri), Een Saputri (kelas 63 kg putri), Yuli Riswanto (kelas 81 kg putra), Bayu Z.
BACA JUGA: Lawan Persib, Ini Kata Indra Sjafri
Ogara (kelas 90 kg putra), dan Rudi Pramono (kelas 60 kg putra). Mereka gagal menyabet medali. Secara peringkat, keenamnya masuk enam besar di kelasnya masing-masing.
“Pada Bali Open kali ini, kami tidak pasang target tinggi. Mengingat persaingan cukup ketat. Tercatat ada 27 negara yang mengirimkan pejudonya. Melawan pejudo luar negeri tentu memberikan pengalaman berharga. Dan hasil yang dicapai para pejudo kita akan menjadi bahan evaluasi,” ungkap Wardi.
BACA JUGA: KONI DKI Berharap Trek Pacuan Kuda Pulomas Dipertahankan
Berikutnya, para pejudo Sai Bumi Ruwa Jurai bakal tampil di Kartika Cup di Bandung, Mei mendatang.
”Bali Open dan Kartika Cup masuk dalam agenda try out. Pengprov PJSI memang hanya menagendakan try out di dalam negeri,” papar Wardi. Try out merupakan bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX tahun 2016 di Jawa Barat.(ynk/ewi/ray)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Clippers Pastikan Tempat di Playoff NBA, Siapa Lagi?
Redaktur : Tim Redaksi