Keren, Strategi Angkasa Pura Terkait Adaptasi Kebiasaan Baru di Masa Pandemi

Selasa, 28 Juli 2020 – 23:07 WIB
Penyemprotan diseinfektan di fasilitas bandara. Angkasa Pura dua perkuat tiga pilar untuk mendukung penerbangan di tengah kebiasaan baru. Foto: Antara/HO/Angkasa Pura II

jpnn.com, JAMBI - PT Angkasa Pura II (Persero) memperkuat tiga pilar menuju kebiasaan baru di tengah pandemi COVID-19 untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan transportasi udara, Selasa (28/7).

Melalui keterangan tertulis yang disampaikan Angkasa Pura di Jambi, Selasa, tiga pilar yang diperkuat di tengah adaptasi kebisaan baru tersebut, yakni kesiapan operasional dan staf bandara (Operational and Staff Preparedness).

Selain itu, memastikan terciptanya pengalaman bagi penumpang yang aman dari COVID-19 (Ensuring a Safe Experience) dan membangun kembali kepercayaan dan keyakinan (Rebuilding Trust and Confidence).

BACA JUGA: Bea cukai Terima Pengajuan TPS Online PT Angkasa Pura Logistik Yogyakarta

“Kuatnya tiga pilar tersebut dapat menciptakan bandara yang aman (Safe Airport), bandara yang sehat (Healthy Airport) dan bandara yang higienis (Hygiene Airport),” kata President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin.

PT Angkasa Pura II (Persero) bersama seluruh pemangku kepentingan penerbangan di tengah pandemi global COVID-19 memperkenalkan program Safe Travel Campaign atau sosialisasi perjalanan yang aman untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat dalam bepergian dengan pesawat di periode adaptasi kebiasaan baru.

BACA JUGA: Dua Kapal Perang TNI AL Merapat di Lanal Mamuju, Ada Apa?

Program menyosialisasikan perjalanan yang aman dijalankan di 19 bandara PT Angkasa Pura II, dan merujuk pada standar global salah satunya adalah protokol WTTC yang merupakan lembaga global, di mana lembaga tersebut menaungi dunia usaha di sektor pariwisata (travel & tourism).

“Tiga pilar tersebut merupakan protokol safe travel campaign PT Angkasa Pura II yang merujuk pada protokol World Travel & Tourism Council (WTTC),” kata dia.

BACA JUGA: DPR Dorong Situs Bung Karno Jadi Aset Nasional

Safe Travel Campaign tersebut diharapkan dapat menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga sektor penerbangan nasional dapat kembali menjadi salah satu penggerak utama perekonomian dan pariwisata pada adaptasi kebiasaan baru.

Untuk memperkuat pilar kesiapan operasional dan staf bandara, Angkasa Pura melakukan penyesuaian pola kerja dengan mewajibkan penggunaan alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan, dan pengecekan suhu tubuh.

Guna memperkuat pilar terciptanya pengalaman bagi penumpang yang aman, PT Angkasa Pura II dan pemangku kepentingan memiliki program desinfeksi seluruh area bandara, melakukan penyaringan terkait aspek kesehatan menggunakan berbagai fasilitas seperti thermogun, thermal scanner, dan pemeriksaan dokumen kesehatan.

Pada pilar membangun kembali kepercayaan dan keyakinan, PT Angkasa Pura II secara konsisten menginformasikan dan mengomunikasikan berbagai protokol yang ditetapkan di sektor penerbangan, salah satunya menyediakan situs covid19.angkasapura2.co.id.

"Serta membuat signage yang jelas di bandara terkait dengan pelaksanaan protokol COVID-19,” kata Director of Operation and Service PT Angkasa Pura II Muhammad Wasid.

Angkasa Pura II juga mengedepankan digitalisasi dalam menghadapi tantangan COVID-19, diantaranya melakukan penerapan tanpa sentuhan di sejumlah fasilitas seperti lif, menyediakan penyanitasi tangan di seluruh titik terminal, penggunaan pemindai seluruh tubuh dan pemeriksaan dokumen melalui aplikasi perjalanan (travelation).(Ant/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler