Ketika Tommy Kandas, Musnahlah Harapan

Senin, 23 Mei 2016 – 08:18 WIB
Viktor Axelsen yang mengalahkan Tommy Sugiarto. Foto: AFP

jpnn.com - LEMAHNYA tim Piala Thomas Indonesia terletak pada sektor tunggal. Dalam tiga game, pemain tunggal Merah Putih gagal memberikan perlawanan signifikan. 

Kekalahan Indonesia sebenarnya sudah bisa diprediksi saat Tommy Sugiarto kandas di tangan Viktor Axelsen. Tommy tumbang dua set langsung 17-21, 18-21. Padahal, Tommy adalah harapan terbesar Indonesia mencuri satu poin.

BACA JUGA: Persiba Belum Pernah Menang, Pelatih Ngeles Begini

’’Dia (Tommy) yang punya peluang terbesar (mencuri poin). Dua pemain tunggal kami lainnya adalah pemain muda. Mereka berada dalam tekanan besar tampil di final seperti ini,” ucap Rexy Mainaky, manajer tim Indonesia.

Di sisi lain, kemenangan itu menjadi kali pertama Denmark keluar sebagai kampiun di Piala Thomas. Delapan kali mereka sudah tampil di partai puncak. Pada kali kesembilan di Kunshan inilah, mereka baru bisa pecah telur. 

BACA JUGA: Tak Perlu Ditangisi, Dua Tahun Lagi Lebih Kuat

’’Pemain tunggal Indonesia tampak sekali gugup. Tapi, sebenarnya pemain tunggal kami juga gugup. Kami hanya menang pengalaman,” ucap Kenneth Jonassen, pelatih tunggal Denmark, saat menanggapi kemenangan timnya.

Dua pasangan ganda Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi menunjukkan kelasnya sebagai tumpuan Indonesia merah poin. 

BACA JUGA: Lihat, Suporter Sudah Berdarah-darah Dikejar Anggota TNI

Dua kali Indonesia tertinggal (0-1 dan 1-2), dua kali pula Hendra/Ahsan dan Angga/Ricky memperpanjang napas Indonesia sampai partai terakhir.

Hendra/Ahsan di partai kedua membabat ganda utama Denmark Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding dua set langsung 21-18, 21-13. Di partai keempat, giliran Angga/Ricky yang membuat Indonesia kembali sempat bersorak. 

Pasangan peringkat ke-12 dunia itu membekap Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen dua set langsung 21-16, 21-14. ’’Kami hanya berfokus di pertandingan. Tidak memikirkan dalam posisi tertinggal,” ucap Angga.

Sayang, dua kemenangan Indonesia di ganda tidak mampu membuat Indonesia memboyong gelar Piala Thomas tahun ini. Sebab, dua pemain tunggal muda Indonesia yang dipasang di partai ketiga dan kelima gagal menyumbangkan poin.

Anthony Sinisuka Ginting yang dipasang di tunggal kedua tidak mampu mengimbangi permainan tenang peringkat ke-5 dunia Jan O. Jorgensen. Pemain yang punya usia sembilan tahun lebih tua daripada Anthony itu benar-benar mengendalikan permainan dan menang nyaman dengan skor 17-21, 12-21. 

’’Dia (Jorgensen) tahan diajak main rally. Saat saya membuat kesalahan, kesempatan poin langsung diambil. Saya juga sering membuang poin di awal set,” ucap Ginting.

Ihsan Maulana Mustofa yang menjadi tumpuan Indonesia di partai terakhir sektor tunggal ternyata juga tidak bisa berbuat banyak saat menghadapi Hans-Kristian Vittinghus. 

Pemain 20 tahun itu tidak mampu melayani permainan disiplin Vittinghus yang punya peringkat ke-13 dunia dan berusia sepuluh tahun lebih tua daripada Ihsan. ’’Bagaimanapun, ini pengalaman berharga untuk para pemain muda kami,” ucap Rexy. (irr/c7/nur)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Auw! PSM Menang, Fans Konvoi Tanpa Busana


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler