Ketua Banggar Ogah Tanggapi Ocehan Nazar

Selasa, 20 September 2011 – 16:55 WIB
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Melchias Markus Mekeng usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (20/9). Foto : Arundono W/JPNN

JAKARTA- Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Melchias Marcus Mekeng lebih dulu selesai menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibanding tiga rekannya

Sayangnya, politisi dari Partai Golkar ini enggan menanggapi pertanyaan wartawan terkait dugaan adanya aliran dana yang mengarah ke Banggar

BACA JUGA: PKS: Reshuffle untuk Kepentingan Dana 2014

"Itu kan kata anda, saya tidak akan mengomentari hal-hal yang tidak ada korelasinya
Itu tuduhan anda jadi saya tidak menanggapi," ujarnya usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Selasa (20/9)

BACA JUGA: Miranda Ditanya Hubungannya dengan Nunun



Jawaban yang sama dilontarkan Mekeng saat ditanya tentang tudingan Nazaruddin yang menyebut Banggar menerima jatah dalam proyek Wisma Atlet, Palembang
"Saya tidak tanggapi," jawabnya singkat.

Mekeng menjelaskan, di ruang penyidik dia hanya memaparkan tentang fungsi Banggar terhadap kasus Kemenakertrans

BACA JUGA: Merah Putih di KPK Diturunkan HMI

"Jadi proses itu sudah sesuai dengan aturan yang ada karena apa yang dilakukan terdakwa itu kita sama sekali tidak mengetahuinya," urainya

Dia pun mengaku hanya ditanyai lima pertanyaan.  Sedang mengenai pengakuan Yulianis yang mengatakan ada dana yang mengalir ke Banggar DPR RI dari PT Permai Grup, perusahaan Nazaruddin, Mekeng mengaku tidak mengenal Yulianis"Saya tidak kenalDengan yang disebut perantara, saya tidak kenal," tukasnyaMenurutnya, mekanisme pembahasan APBN sudah mereka laksanakan"Diajukan pemerintah, dibahas oleh DPR, diputuskan bersama DPR dan pemerintahItu mekanisme anggaran yang sudah baku," ujarnya.

Untuk kenaikan anggaran, lanjut Mekeng, tidak ada proses seperti itu"Tidak ada kenaikanYang mengatakan kenaikan kan anda," tegasnya.

Mekeng yang meninggalkan gedung KPK sekitar pukul 14.00 WIB itu dijemput lebih dari 20 pria yang tampaknya pendukung dari politisi asal dapil Nusa Tenggara Timur itu.(gel/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... KPK Bangladesh Puji KPK Indonesia


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler