Ketua DPD Hanura Digoyang Mosi Tidak Percaya

Rabu, 22 Februari 2012 – 11:34 WIB

PALEMBANG--Sebanyak  10 Dewan Pimpina Daerah (DPC) Kabupaten Kota  Partai Hanura menyatakan mosi tidak percaya terhadap keberadaan  Ketua DPD Sumsel Drs. H. Junaidi Ramli, M.Si. Selain melayangkan mosi tidak percaya, 10  DPC juga mendesak agar DPP segera menonaktifkan Junaidi Ramli.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh salah satu utusan DPC Musi Banyuasin (Muba) Yuskahara yang mewakili dari  OI, OKI, Muara Enim, OKU,  OKU Timur, Oku Selatan, Prabumulih, Pagaralam, Empat Lawang,  menyatakan banyaknya persoalan  internal yang prinsif dalam kepengurusan DPD Partai Hanura Sumsel yang tidak sejalan dengan amanah Hati Nurani sebagai ikon dari perjuangan partai.

“Prinsip yang menjadi persoalan yang ada di 10 DPC tersebut terakumulasi menjadi bahan bagi kami untuk meminta DPP untuk merekstrukturisasi pengurus DPD dengan cara menunjuk caretaker sampai terlaksananya MUSDALUB,” kata Junaidi kepda wartawan koran ini.

Menurutnya  mosi ini sudah disampaikan beberapa waktu lalu ke DPP. Proses restrukturisasi ini menjadi sangat penting untuk dilaksanakan dikarenakan persoalan ini sudah berkembang dan dikhawatirkan mengganggu aktifitas Partai dalam mempersiapkan  Pemilu 2014 dan  pemenangan  beberapa Pemilukada di Sumatera Selatan.

“Banyaknya program kerja yang tidak berjalan di DPD,  adanya perpecahan ditubuh pengurus DPD, membuat kinerja tak berjalan  dengan baik  dan tidak transparan, “ ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC OKI Juni Alfangki juga menegaskan, beberapa persoalan yang menyangkut persoalan kader partai, seperti halnya manipulasi proses PAW terhadap salah satu kader partai Hanura  atas nama Rikcy Suhendro yang menjadi anggota DPRD Kabupaten Banyuasin sehingga keluar rekomendasi dari DPD kepada Calon Pengganti yang tidak berhak dan tidak sesuai dengan aturan perundangan-undangan yang berlaku.

“Hal ini menjadi sebuah preseden  buruk yang menghantui banyak kader partai dan juga melanggar ART Bab XII pasal 78 pada ayat 2-3 mengenai pengelolaan keuangan Partai dilaksanakan oleh Bendahara atau wakilnya,” terangnya seraya mengatakan, 10 DPC meminta kepada DPP untuk  menindak lanjuti  mosi  itu dengan menonaktifkan saudara  Junaidi,

Terpisah, meyikapi adanya mosi dari 10 DPC tersebut, Keta DPD Partai Hanura  Sumsel, Junaidi Ramli enggan berkomentar banyak. “No comen,” ujarnya singkat saat dihubungi via telepon selulernya. (cr04)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Jelang Pemilukada, PNS Terbelah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler