Ketua DPR: Hukum Mati Penyeludup Narkoba

Minggu, 11 Februari 2018 – 20:32 WIB
Bambang Soesatyo. Foto: Boy Muhamad/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo mengingatkan, tindakan tegas perlu dilakukan dengan menghukum mati pelaku penyeludup narkoba karena telah melakukan kejahatan kemanusiaan.

Politikus yang karib disapa Bamsoet ini menjelaskan narkoba adalah kejahatan kemanusiaan yang tidak perlu ditoleransi.

BACA JUGA: Bamsoet Bicara Islam dan Demokrasi di Acara Maulid Nabi

Menurut dia, penangkapakan kapal Sunsrise Glory yang membawa satu ton sabu-sabu di perairan Batam, Kepulauan Riau, membuktikan Indonesia sebagai market besar peredaran narkoba.

"Sebagai pimpinan DPR RI saya berpendapat, tidak ada kata lain kecuali sebuah tindakan tegas yg harus dilakukan oleh negara yakni, tenggelamkan kapal tersebut dan hukum mati pelakunya,” kata Bambang, Minggu (11/2).

BACA JUGA: Ssttt... Ini Ritual Rutin Pak Bamsoet sebelum Salurkan Hobi

Bamsoet yang hari ini melakukan kunjungan Batam bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BNN Komjen Budi Waseso dan Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto, pimpinan DPR mengapresiasi adanya kerja sama di lapangan dalam memburu para penyeludup kakap berkewarganegaraan Taiwan tersebut.

Menurutnya, satu ton lebih sabu yang berhasil disita tersebut diperkirakan dapat merusak setidaknya lima juta anak-anak bangsa.

BACA JUGA: DPR Segera Punya Aplikasi Pengaduan Online

Mantan Ketua Komisi III DPR ini mengingatkan pemerintah, khususnya daerah tak menganggap enteng peredaran narkoba. Pencegahan, khususnya di kalangan generasi muda mutlak dilakukan oleh semua pihak karena ancaman narkoba sudah di depan mata.

“BNN, Polri, TNI tidak akan bisa sendirian. Intinya, ini adalah tanggung jawab bersama. Nyatakanlah mulai hari ini, perang terhadap narkoba!” kata Bamsoet.

Lebih jauh Bamsoet berpesan aparat penegak hukum agar bekerja lebih profesional lagi dengan sinergitas yang tak hanya di level pimpinan, namun hingga ke tataran pelaksana.

Kerja sama mutlak dilakukan supaya sumber daya yang ada pada masing-masing institusi akan dapat saling melengkapi.

"Pada level pelaksana di lapangan, jangan lagi ada permainan-permainan yang melemahkan kepercayaan masyarakat pada penegakan hukum,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama Bamsoet mengemukakan pentingnya penelusuran lebih jauh atas penangkapan satu ton sabu-sabu tersebut. Hal itu mengingat asal dan bendera yang digunakan berasal dari negara yang sekawasan dengan Indonesia.

Bamsoet mengatakan harus ditelusuri apakah ada tidaknya indikasi keterlibatan oknum negara tetangga, yang biasanya terkenal sangat ketat pengawasannya terhadap narkoba.

Hal itu mengingat upaya penyeludupan narkoba berskala besar telah terjadi berulang kali ke Indonesia melalui jalur laut yang melalui negara tetangga.

“Saya minta kepada aparat penegak hukum kita Polri, BNN dan TNI untuk menggunakan sumber daya yang dimiliki dan mencari tahu soal ini," jelasnya.

Sebagai bangsa yang besar, akan sangat memalukan bila hal seperti ini kembali terulang. Menurut dia, bila memang mereka tidak mengetahui tentu akan menganggap hal ini murni upaya sindikat.

"Namun bila ada indikasi keterlibatan perangkat atau oknum negara dlm hal ini, tentu kita harus mengambil langkah-langkah lain yang diperlukan untuk itu,” tuntasnya. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ha Ha Ha... Bamsoet Girang Bertemu Calon Bajak Laut


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler