Ketua KPSN Bantah Tim Pemberantasan Match Fixing Pecah

Sabtu, 22 Desember 2018 – 19:59 WIB
Ketua Komite Perubahan Sepak Bola Nasional Suhendra Hadikuntono. Foto: KPSN

jpnn.com, JAKARTA - Mabes Polri dan Polda Metro Jaya membentuk Satgas Anti-Match Fixing yang beranggotakan 145 personel untuk memberantas pengaturan skor pada Liga Indonesia.

Sebelumnya, Bareskrim Polri membentuk Tim Pemberantasan Match Fixing yang sudah diterjunkan ke lapangan.

BACA JUGA: Sikap Mantan Ketum PSSI soal Pengaturan Skor Liga Indonesia

Ketua Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) Suhendra Hadikuntono menilai pembentukan satgas itu tidak mengindikasikan perpecahan di tubuh Polri.

“Itu (perpecahan) tidak benar. Mereka solid, kok. Justru pembentukan satgas ini akan memperkuat tim yang sudah dibentuk Bareskrim. Di sini tidak ada kepentingan pribadi. Tang ada adalah kepentingan negara,” kata Suhendra, Sabtu (22/12).

BACA JUGA: Punya Info Pengaturan Skor Sepak Bola? Laporkan ke Nomor Ini

KPSN adalah inisiator pemberantasan match fixing yang pertama kali menggulirkan isu tersebut ke publik.

“Kami justru apresiasi langkah Kapolri dan wakabareskrim membentuk satgas yang akan bersinergi dengan tim Bareskrim. Itu prestasi luar biasa ” jelas Suhendra.

BACA JUGA: Tito Tunjuk Dua Jenderal Pimpin Satgas Antimafia Bola

Dia menambahkan, langkah ini membuktikan bahwa pemerintah dan Polri sungguh-sungguh merespons dugaan match fixing.

“Tidak seperti spekulasi liar sementara ini bahwa pembentukan satgas justru akan melahirkan mafia baru yang lebih dahsyat,” cetus Suhendra.

Menurut Suhendra, selama ini banyak prestasi yang berhasil dicetak tim match fixing.

Antara lain melakukan advokasi terhadap PSMS Medan saat berseteru dengan Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi sehingga PSMS akhirnya menang di pengadilan SERTA memancing testimoni Manajer Metro FC Malang Bambang Suryo, mantan pemain Timnas Rochy Putiray, dan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono soal match fixing.

Suhendra pun menjawab dengan diplomatis ketika ditanya keinginannya menggantikan Edy.

“Pejuang itu tidak boleh pamrih. Saya hanya fokus pada perbaikan sepak bola nasional,” kata Suhendra. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lewat Januar, Bareskrim Dalami Kejanggalan di Laga MU Vs PSS


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler