Ketua KPU Yahukimo Dituduh Terlibat Kasus Pemerkosaan

Minggu, 20 September 2020 – 09:38 WIB
Ketua KPU Yahukimo Yesaya Magayang. Foto: Antara

jpnn.com, JAYAPURA - Ketua KPU Kabupaten Yahukimo Yesaya Magayang membantah tuduhan kasus pemerkosaan yang dialamatkan kepadanya sebagaimana beredar dan viral di sejumlah media sosial.

"Itu tidak benar," katanya ketika dikonfirmasi dari Kota Jayapura, Papua, Sabtu.

BACA JUGA: Pembunuh Staf KPU Yahukimo Mantan Prajurit TNI, Nih Jejak Kasusnya, Bahaya

Menurut dia, tuduhan yang ditujukan kepadanya oleh oknum warga dalam akun media sosial merupakan salah satu cara yang tidak terpuji yang sengaja dikembangkan di tengah pesta demokrasi.

"Tuduhan itu sangat tidak mendasar. Saya selama di Jayapura tidak menggunakan motor, selalu pakai mobil dan ke mana-mana bersama seorang staf serta ajudan," katanya.

BACA JUGA: Maling Gunakan Kemenyan, Lampu di Rumah Bu Esah Padam, Terjadilah

Yesaya menegaskan bahwa tuduhan itu sengaja digaungkan untuk membuat kegaduhan di tengah warga khususnya di Kabupaten Yahukimo, dengan tujuan menjatuhkan nama baiknya, menyebarkan informasi hoaks atau tidak benar.

"Postingan di media sosial itu membuat saya kaget, itu hoaks. Tuduhan itu sangat tidak mendasar, saya sejak kemarin tidak ke Sentani, saya di Jayapura, karena bersama rekan Komisoner KPU Yahukimo sedang melaksanakan pentahapan pilkada," katanya.

Dalam kutipan postingan yang beredar di media sosial facebook yang diunggah oleh akun Pace Nare mengatakan "Selamat malam dan selamat beraktivitas malam ini. Malam ini ketua KPUD Kab. Yahukimo memperkosa di bawah umur di kost biru jalan pos 7 Sentani pukul 07:00 WIT dan pelaku tersebut melarikan dengan kendaraan sepeda motor. Dengan nama yang jelas YESAYA MAGAYANG SH. KETUA KPUD KAB. YAHUKIMO. Mohon advokasi pelaku tersebut".

Postingan itu dibagikan ke dalam grup Facebook Relawan FB ABOCK BUSUP MA-YULIANUS HELUKA SH FOR YAHUKIMO JILID II.

"Saya akan menempuh jalur hukum untuk memberikan efek jera kepada warga atau pemilik akun facebook yang telah menggaungkan berita hoaks, sehingga bisa memberikan pembelajaran kepada warga agar tidak terprovokasi dengan isu murahan," kata Yesaya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler