Ketua MPR Ajak Seluruh Elemen Bangsa Wujudkan Pemilu 2024 yang Damai dan Bermartabat

Jumat, 24 November 2023 – 07:30 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo saat menghadiri Silaturahmi Nasional Anak Bangsa 2023 di kantor Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI), Jakarta, Kamis (23/11). Foto: Dokumentasi Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengajak seluruh elemen harus aktif menyuarakan dan menjaga kondusifitas bangsa.

Hal itu disampaikannya dalam Silaturahmi Nasional Anak Bangsa 2023 di kantor Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI), Jakarta, Kamis (23/11).

BACA JUGA: Selamat, Bamsoet Raih Penghargaan Best Data and AI Governance Sektor Legislatif dari ABDI

Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menyampaikan hal tersebut menyikapi kekhawatiran publik terhadap polarisasi rakyat yang terjadi pada Pemilu 2019 yang melahirkan 'dikotomi' cebong dan kampret akan kembali terulang di Pemilu 2024

Hal ini berdasarkan hasil survei Litbang Kompas pada 19-21 Juni 2023 yang mencatat sekitar 56 persen responden merasa khawatir terjadinya keterbelahan dan polarisasi rakyat pada Pemilu 2024.

BACA JUGA: Uji Mahasiswa Doktor Universitas Terbuka, Bamsoet Dukung Penerapan Smart City di Indonesia

Jajak pendapat Kompas pada akhir Mei 2022 juga menunjukkan sekitar 70 persen responden merasa khawatir bahwa polarisasi rakyat tersebut akan kembali terulang pada Pemilu 2024.

Pria yang akrab disapa Bamsoet itu menegaskan untuk mewujudkan Pemilu yang damai dan bermartabat dapat merujuk pada beberapa indikator.

BACA JUGA: Terima Pengurus Bamus Betawi, Bamsoet Dorong Penguatan Pelestarian Seni dan Budaya

Antara lain netralitas TNI-Polri dan ASN, tingkat pelanggaran Pemilu yang rendah, tidak ada intimidasi dan diskriminasi, tidak mencederai nilai-nilai demokrasi serta meningkatnya literasi politik dan rasionalitas pemilih.

"Selain itu, juga harus meminimalisir faktor risiko mulai dari penyediaan dan distribusi logistik Pemilu, hingga keselamatan panitia penyelenggara Pemilu sehingga Pemilu 2024 bisa dijalankan dengan riang gembira, bukan dengan penuh permusuhan dan kebencian. Apalagi sampai membuat perpecahan kebangsaan," kata Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (24/11).

Bamsoet mengatakan dalam penyelenggaraan Pemilu 2014 dan Pemilu 2019 harus diakui ada kecenderungan kenaikan jumlah pelanggaran Pemilu.

Pada Pemilu 2014, jumlah pelanggaran Pemilu mencapai 10.754 kasus, dan naik menjadi 15.052 kasus pada Pemilu 2019, yang sebagian besarnya adalah masalah administratif.

Pada Pemilu 2019, pelanggaran kasus pidana Pemilu tercatat sebanyak 348 kasus, atau meningkat 58,3 persen jika dibandingkan dengan Pemilu 2014.

Menurut Bamsoet, peningkatan jumlah pelanggaran tersebut, dapat dimaknai dari dua sudut pandang.

Bisa jadi pengawasan Bawaslu semakin ketat sehingga semakin banyak kasus pelanggaran yang terungkap atau pelanggaran Pemilu masih dianggap lumrah dan sanksi yang diberikan belum cukup memberikan efek jera.

"Kita berharap di Pemilu 2024 nanti pelanggaran Pemilu, baik dari sisi administrasi maupun pidana bisa diminimalisir," ujar Bamsoet.

Bamsoet menekankan dalam penyelenggaraan Pemilu harus ada jaminan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan akses informasi seluasnya, bukan informasi yang sudah terkooptasi, atau dimonopoli oleh kepentingan politik tertentu.

Pemilu sebagai implementasi demokrasi juga harus diselenggarakan dengan tidak mencederai nilai-nilai demokrasi itu sendiri.

Merujuk pada laporan the Economist Intelligent Unit yang dirilis pada Februari 2023, indeks demokrasi Indonesia berada pada skor 6,71 atau mengalami stagnasi dari tahun sebelumnya.

KPU sendiri telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 sebanyak 204.807.222 pemilih.

Sebanyak 56 persen diantaranya, atau sekitar 114 juta pemilih adalah generasi muda pada kisaran usia 22 hingga 30 tahun, separuh di antaranya adalah pemilih pemula.

"Artinya, kualitas hasil Pemilu 2024 juga akan ditentukan oleh tingkat rasionalitas dan kematangan politik dari para pemilih muda dan para pemilih pemula, dalam menggunakan hak pilihnya," kata Bamsoet.

Sebagai informasi, turut hadir pada acara tersebut, antara lain Anggota Dewan Pertimbangan Presiden sekaligus Pembina Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB) Irjen (Purn) Sidarto Danusubroto, Komisioner KPU Idham Cholik, Ketua Umum FSAB Suryo Susilo.

Kemudian hadir juga Dankodiklat TNI AD Letjen Eko Margiyono, serta Plh Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Togap Simangunsong. (mrk/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler