Ketua MPR Bamsoet Dorong Kelompok Cipayung Plus untuk Berwirausaha

Sabtu, 22 Januari 2022 – 11:25 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo bertemu dengan Bahlil, Maruarar, serta Kelompok Cipayung Plus di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta, Sabtu (22/1). Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) bersama mantan anggota DPR RI 2004-2019 Maruarar Sirait mengajak para pimpinan mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus bertemu Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Hal itu dilakukan untuk mendorong generasi muda untuk mentransformasikan gerakan mahasiswa agar tidak hanya menjadi kekuatan sosial, tetapi juga kekuatan ekonomi.

BACA JUGA: MPR RI: Kolaborasi Semua Pihak Mempercepat Kehadiran UU TPKS

Salah satunya, turut terlibat dalam berbagai kewirausahaan dan pengembangan UMKM.

"Cipayung Plus bisa memanfaatkan program reforma agraria dan redistribusi aset yang digalakkan Presiden Jokowi. Presiden Joko Widodo terus mengajak siapa pun untuk menyiapkan proposal guna memanfaatkan hutan bagi kemakmuran rakyat,'' ujar Bamsoet.

BACA JUGA: MPR RI Selenggarakan Turnamen Catur Indonesia Master II, Catat Waktunya

Hal itu dikatakan Bamsoet setelah bertemu dengan Bahlil, Maruarar, serta Kelompok Cipayung Plus di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta, Sabtu (22/1).

Kelompok Cipayung Plus yang hadir, antara lain, Ketua Umum GMKI Jefri Gultom, Ketua Umum PB HMI Raihan Ariatama, Ketua Umum PB PMII Abdullah Syukri, dan Ketua Umum PP PMKRI Benediktus Papa.

BACA JUGA: Ketua MPR dan Maruarar Sirait Mendampingi Mahasiswa Petinggi Cipayung Plus Bertemu Menteri Investasi

Ketua ke-20 DPR RI menjelaskan, Presiden Joko Widodo telah mencabut 2.078 izin usaha tambang, 192 sektor kehutanan seluas 3.126.439 hektare, serta hak guna usaha (HGU) perkebunan yang ditelantarkan seluas 34,448 hektare.

Banyak peluang usaha yang bisa digarap dari berbagai izin usaha yang sudah dicabut lantaran tidak dimanfaatkan dengan baik.

"Mahasiswa sebagai kaum terpelajar yang memiliki kreativitas dan inovasi harus bisa merumuskan program usaha yang baik dalam pemanfaatan hutan dan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat,'' ungkap ketua umum IMI tersebut.

Tidak perlu membuat korporasi atau perusahaan yang besar, kalangan mahasiswa bisa memulainya dengan membentuk koperasi, UMKM, maupun kelompok usaha bersama.

Bamsoet menerangkan, Indonesia tercatat memiliki tingkat kewirausahaan yang rendah.

Menurut Kementerian Koperasi dan UKM, pada 2020, tercatat tingkat kewirausahaan di Indonesia baru mencapai 3,5 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Lebih rendah dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia yang mampu mencapai 5 persen dan Singapura 7 persen. Atau negara Asia lain seperti China yang mencapai 10 persen dan Jepang dengan 11 persen.

"Dengan terlibat di berbagai kegiatan kewirausahaan, mahasiswa telah turut menyiapkan masa depan yang cerah bagi Indonesia. Sehingga kelak ketika lulus kuliah, mereka semakin matang untuk menghadapi perekonomian global," tandas Bamsoet. (mrk/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur : Tarmizi Hamdi
Reporter : Tarmizi Hamdi, Tarmizi Hamdi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler