Ketua MPR Berharap Kerja Sama Ekonomi RI-Maroko Terus Ditingkatkan

Minggu, 27 Desember 2020 – 19:48 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo saat menerima kunjungan Duta Besar Maroko untuk Indonesia, H.E. Mr. Ouadia Benabdellah, di kediaman pribadinya di Bali, Minggu (27/12). Foto: Humas MPR. 

jpnn.com, BALI - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menekankan hubungan bilateral Indonesia-Maroko dalam bidang politik yang selama ini terjalin sangat baik, merupakan modal besar bagi kedua negara untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya.

Menurut Bamsoet, Indonesia sebagai sahabat ingin berpartisipasi dalam berbagai program pembangunan yang saat ini sedang gencar dilakukan oleh pemerintah Maroko. 

BACA JUGA: Bamsoet Ajak Parlemen Dunia Perkuat Kerja Sama Lintas Sektor

Dia mengatakan BUMN Indonesia, sebagaimana disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi, saat menerima Menteri Luar Negeri Maroko pada Oktober 2019 lalu, sangat ingin berpartisipasi pada proyek pembangunan infrastruktur di Maroko.

"Seperti jalan dan jembatan, proyek rel kereta api dan perumahan. Kami berharap pemerintah Maroko dapat memberikan berbagai kemudahan," ujar Bamsoet saat menerima kunjungan Duta Besar Maroko untuk Indonesia, H.E. Mr. Ouadia Benabdellah, di kediaman pribadinya di Bali, Minggu (27/12). 

BACA JUGA: Parlemen Maroko Dukung MPR RI Bentuk Forum Majelis Syuro Sedunia

Ketua ke-20 DPR RI menjelaskan, Indonesia terus berbenah diri untuk menjadi pusat produsen halal dunia.

Karena itu, ujar Bamsoet, kerja sama ekonomi dengan negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) terus digencarkan, termasuk terhadap Maroko. 

BACA JUGA: Bertemu Ajik Krisna, Bamsoet Singgung Rendahnya Kemampuan UMKM Tembus Pasar Ekspor

"Lima puluh tujuh negara anggota OKI, termasuk Maroko, merupakan pasar yang luar biasa besar," ungkapnya.

Bamsoet menjelaskan total populasi Muslim mencapai 1,86 miliar jiwa atau sekitar 24,1 persen dari jumlah penduduk dunia.

Kementerian Perdagangan mencatat, pada periode Januari-Agustus 2020, kinerja neraca perdagangan Indonesia dengan negara-negara OKI menunjukkan performa positif dengan mencatatkan surplus sebesar USD 2,46 miliar.

Pada periode tersebut, Indonesia mampu ekspor ke negara anggota OKI sebesar USD12,43 miliar.

"Dari nilai ekspor tersebut, tiga produk yang tertinggi adalah minyak kelapa sawit (23,88 persen), batu bara (9,56 persen), dan bagian kendaraan bermotor (3,95 persen)," jelas Bamsoet. 

Ketua umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini juga mendorong Maroko meningkatkan investasinya khususnya di bidang pariwisata maupun industri motorsport di Indonesia.

Sejak 2016, Maroko menjadi salah satu tuan rumah Formula E. Pada 2021, mereka sempat dilirik FIA untuk menjadi tuan rumah F1.

Pengalaman Maroko mengggelar kejuaraan motorsport berskala dunia memang tidak terlalu banyak.

"Namun, bukan berarti kita tak bisa bekerja sama. Mereka punya pengalaman. Tidak ada salahnya Indonesia belajar dari Maroko," pungkas Bamsoet. (*/jpnn)

 

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler