Ketua MPR Ingin Wartawan Masuk Prioritas Penerima Vaksin Covid-19

Selasa, 19 Januari 2021 – 09:04 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Humas MPR.

jpnn.com, JAKARTA - Kerja jurnalistik menuntut wartawan  bertemu banyak orang, sebagaimana juga tenaga kesehatan dan TNI-Polri  sehingga sangat rentan terpapar Covid-19.

Berdasar data Dewan Pers per 2020, tercatat sekitar 17.000 jurnalis yang telah tersertifikasi melalui uji kompetensi wartawan (UKW).

BACA JUGA: Ariel NOAH Ungkap Kondisi Terkini Setelah Disuntik Vaksin Covid-19

Karena itu, Ketua MPR RI Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong pemerintah memasukkan kalangan wartawan menjadi salah satu klaster prioritas yang mendapatkan vaksinasi Covid-19.


"Melalui vaksinasi terhadap para wartawan, pemerintah turut berperan memastikan agar kerja jurnalistik mereka terlindungi, sehingga bisa menyajikan berita secara akurat, menghindari masyarakat dari berbagai disinformasi," ujar Bamsoet di Jakarta, Senin (18/1).

BACA JUGA: Corona Mewabah, Pak Bamsoet Fasilitasi Wartawan Parlemen Lakukan Rapid Test


Sebagai orang yang pernah menekuni dunia jurnalistik, Ketua ke-20 DPR RI ini bisa ikut merasakan kegelisahan para wartawan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Menurut dia, di satu sisi mereka tentu tidak terinfeksi, dengan cara menghindari kerumunan maupun menjaga jarak dengan orang lainnya.

BACA JUGA: Tetap Jaga Protokol Kesehatan, Butuh 3 Bulan Bentuk Antibodi Baru setelah Terima Vaksin Covid-19

"Namun di sisi lain karena tuntutan pekerjaan, sebagaimana dokter dan tenaga kesehatan, wartawan tak mungkin bekerja secara work home maupun melakukan aktivitas di rumah saja," kata ketua umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) itu.


Menurutnya, perhatian pemerintah melalui prioritas vaksinasi wartawan,  sekaligus memastikan kesehatan dan keselamatan para anggota keluarganya yang ikhlas melepas mereka tugas di medan perang Covid-19.

Sehingga para wartawan pulang ke rumah tetap bisa membawa nafkah, bukan malah bawa virus corona.

"Kita tidak bisa membayangkan para wartawan berhenti bekerja, tak akan ada informasi yang bisa didapat masyarakat.  Namun kita juga tidak bisa membayangkan dalam menjalankan pekerjaannya, para wartawan tak mendapat bekal yang cukup sehingga malah mengorbankan nyawa," pungkas Bamsoet. (*/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler