Ketua MPR: Pengembangan Pariwisata Danau Toba harus Berpihak Kepada UMKM

Kamis, 01 April 2021 – 18:31 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Foto: Humas MPR RI.

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan untuk mewujudkan percepatan pembangunan pariwisata Danau Toba, tidak boleh hanya terpaku pada metode dan cara konvensional.

Menurutnya, butuh kreasi dan inovasi, selain juga perlu dibangun kesadaran kolektif dukungan masyarakat dari berbagai daerah.

BACA JUGA: Berminat Keliling Danau Toba, Coba Nih Kapal Wisata Parapat

Sebab, Danau Toba bukan hanya milik masyarakat Sumatera Utara, melainkan bangsa Indonesia. 

Sebagai manifestasi dari konsep negara kesatuan, setiap daerah harus saling menopang satu sama lain dalam berbagai aspek, termasuk pengembangan pariwisata.

BACA JUGA: Bang Azis Syamsuddin Kunjungi Danau Toba, Ingin Pariwisata Segera Bangkit

"Kerja sama konstruktif sebagai wujud gotong royong antar masyarakat daerah akan menjadi pondasi yang memperkukuh ikatan kebangsaan, khususnya dalam membangun optimisme di tengah suasana keprihatinan akibat pandemi Covid-19," ujar Bamsoet dalam Pelantikan DPW Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Provinsi DKI Jakarta 2021-2026 secara virtual dari ruang kerja ketua MPR RI, Jakarta, Kamis (1/4). 

Turut hadir antara lain, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Ketua Umum DPP KMDT Edison Manurung, Ketua Dewan Pakar DPW KMDT Provinsi Sumatera Utara Binari Manurung, dan Ketua DPW KMDT Provinsi DKI Jakarta Hasudungan Sihombing. 

BACA JUGA: Seperti ini Ide Sandiaga Uno Menarik Minat Wisatawan ke Danau Toba di Kala Pandemi

Ketua ke-20 DPR RI ini memaparkan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada periode November 2020, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Utara mengalami penurunan drastis dibandingkan periode yang sama 2019.

Dari 22.128 kunjungan turun menjadi 1.366, turun 93,83 persen. Pada periode bulan yang sama, tingkat hunian kamar hotel berbintang juga hanya terisi sekitar 34,41 persen. 

Tidak hanya Sumatera Utara, secara nasional jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia juga turun drastis.

Dari 1,29 juta kunjungan Januari 2020 menjadi hanya 141.260 pada Januari 2021.

Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel kelas bintang pada Januari 2021 hanya 30,35 persen. Turun dibandingkan Januari 2020 yang mencapai 49,17 persen.

"Tidak lain karena penutupan penerbangan internasional sebagai dampak pandemi Covid-19," papar Bamsoet. 

Wakil ketua umum KADIN Indonesia ini berharap, dengan masifnya vaksinasi Covid-19 yang dilakukan pemerintah Indonesia dan juga berbagai pemerintahan negara dunia lainnya, akan makin mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Khususnya untuk sektor pariwisata yang paling terpukul oleh pandemi Covid-19. 

"Diperkirakan sekitar 30 juta lapangan pekerjaan di sektor pariwisata dan ekonomi terdampak oleh pandemi Covid-19. Menurut catatan KADIN, hingga penghujung tahun 2020, total kerugian pada sektor pariwisata di Indonesia telah mencapai lebih dari Rp 10 triliun," papar Bamsoet. 

Ketua umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini juga mengapresiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang telah meluncurkan 'Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia'.

Sebagai turunannya, juga diluncurkan gerakan 'Beli Kreatif Danau Toba' sebagai wadah promosi produk-produk kreatif dari pelaku UMKM di sekitar Danau Toba. 

"Pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba memang tidak dapat dilepaskan dari keberpihakan terhadap UMKM. Karena dari sekitar 6.000 UMKM di tujuh Kabupaten di sekitar kawasan Danau Toba, semuanya menggantungkan usahanya dari sektor pariwisata," pungkas Bamsoet. (*/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
MPR RI   Bamsoet   Danau Toba   UMKM  

Terpopuler