Ketum PSSI Jumpai Perwakilan Suporter yang Jadi Marshall Laga Piala AFF 2022

Jumat, 23 Desember 2022 – 05:48 WIB
Ketua Umum PSSI M Iriawan (kaus merah) saat ngobrol dengan perwakilan suporter yang menjadi marshall dalam laga Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2022. Foto:Amjad/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - PSSI melibatkan suporter untuk menjadi safety marshall dalam laga Piala AFF 2022 Indonesia vs Kamboja di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (23/12).

Ketua Umum PSSI M Iriawan sempat duduk bersama perwakilan Marshall dari suporter itu menegaskan pentingnya posisi marshall tersebut.

BACA JUGA: Pengamat Sebut Ada Sinyal FIFA Mendukung Erick Thohir Jadi Ketum PSSI

Langkah itu menurut Ketua Umum PSSI M Iriawan merupakan terobosan dari pihaknya agar laga bisa berjalan dengan baik. Perwakilan dari berbagai kelompok suporter dilibatkan untuk menjadi Spectator Services & Saftey Marshall, karena dinilai memiliki kedekatan dan pemahaman secara psikologis dengan para suporter nantinya.

Spectator Services & Saftey Marshall tersebut, lanjut Iriawan, nantinya akan menjadi kontak pertama dengan pemegang tiket pertandingan.

BACA JUGA: Piala AFF 2022: Ketum PSSI Berupaya Agar Laga Kandang Timnas Indonesia di SUGBK Dihadiri Penonton

Selain memberi informasi, mereka juga akan mengarahkan penonton ke fasilitas yang diperlukan.

"Semua harus belajar dari insiden yang sudah terjadi di sepak bola Indonesia. Penonton jangan sampai tidak ditangani dengan baik dan mohon kerja samanya untuk melancarkan pertandingan ini," katanya, Kamis (22/12).

BACA JUGA: PSSI Gelar Program Upgrade Filanesia, Indra Sjafri: Terima Kasih Menpora

Nantinya, lanjut pria yang karib disapa Iwan Bule itu, bukan hanya Marshall. Ada juga steward yang bertugas khusus di area dalam SUGBK. Mereka berjumlah 239 orang dan bertugas untuk memantau semua gerak-gerik penonton di tribune.

"Kalau steward itu berasal dari SUGBK dan PSSI, ketika bertugas di dalam lapangan memantau ketertiban para penonton dan memberikan pengarahan persuasif kepada para pendukung Timnas Indonesia," terang Iriawan.

Sementara itu, Iwan Bule menyebut pihak kepolisian juga dilibatkan. Namun, posisinya di ring 2 alias di luar area dalam SUGBK. Jumlah personel yang disiapkan dari pihak kepolisian berjumlah sekitar 1.500 orang.

"Nanti soal keamanan ini dikoordinasikan dengan pihak kepolisian. Baik kepada steward maupun pihak kepolisian, kami juga mengucapkan terima kasih telah turut membantu kelancaran, kenyamanan para penonton pada laga nanti," tandasnya.

Berbeda dengan pertandingan sepak bola sebelum Tragedi Kanjuruhan terjadi, kali ini polisi tidak lagi ditempatkan di area dalam stadion. Mereka baru bergerak ke dalam dari ring 2, jika ada permintaan dari penanggung jawab pertandingan.(dkk/jpnn)


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Muhammad Amjad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler