Kewalahan Melawan Corona, Presiden Ancam Ambil Alih Rumah Sakit Swasta

Kamis, 25 Juni 2020 – 18:20 WIB
Ilustrasi tangkapan layar virus Corona. Foto: ANTARA/Darwin Fatir

jpnn.com, LIMA - Presiden Peru Martin Vizcarra pada Rabu (24/6) mengancam akan mengambil alih sementara rumah sakit swasta jika dalam waktu 48 jam mereka tidak menyepakati kerja sama dengan pemerintah terkait perawatan pasien COVID-19.

Sejumlah rumah sakit swasta di Peru selama tiga minggu telah berunding dengan pemerintah untuk menetapkan biaya perawatan pasien. Perundingan itu berlangsung di tengah banyaknya laporan masyarakat rumah sakit mematok harga terlalu tinggi untuk pasien yang membutuhkan alat bantu pernapasan (ventilator) dan unit perawatan intensif.

BACA JUGA: Bertambah Lagi, Tiga Pasar di Jakarta Timur Ditutup Gegara Corona

"Kami tidak dapat terus menunggu," kata Vizcarra saat memberikan arahan ke para menterinya dalam rapat kerja kabinet yang disiarkan via televisi.

"Dengan Undang-Undang dan hukum yang berpihak pada kami, kami dapat melakukannya," kata dia.

BACA JUGA: Australia Kecolongan, Virus Corona Kembali Merajalela

Vizcarra mengatakan ia akan menjadikan sebuah pasal dalam undang-undang negara sebagai dasar hukum yang mengizinkan pemerintah mengambil alih aset milik swasta untuk kepentingan nasional. Undang-undang hanya mewajibkan negara membayar kompensasi untuk langkah tersebut. Pengambil-alihan aset hanya akan berlaku selama pandemi.

Vizcarra memberi peringatan keras kepada rumah sakit swasta saat pemerintah telah memberlakukan karantina selama lebih dari 100 hari. Karantina dan krisis kesehatan akibat COVID-19 menyebabkan perekonomian Peru terpuruk dan sistem layanan kesehatannya kewalahan menghadapi lonjakan pasien.

BACA JUGA: Stres Karantina Corona, Miliarder Steve Bing Lompat Bebas dari Lantai 27

Asosiasi pengelola rumah sakit swasta di Peru belum menanggapi peringatan Vizcarra. Namun, kelompok itu lewat pernyataan tertulis, Selasa (23/6) mengatakan kerja sama itu tertunda karena ada masalah hukum dan administrasi.

Peru sejauh ini melaporkan 264.689 kasus positif dan 8.586 korban jiwa akibat COVID-19. Jumlah kasus positif di Peru menempati urutan dua setelah Brazil untuk wilayah Amerika Latin. Menurut Reuters, Peru menempati urutan ketujuh untuk negara dengan kasus positif COVID-19 terbanyak dunia. (ant/dil/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler