Khatib Bilang Israel Telah Menempatkan Bahan Kimia Berbahaya di Masjid Al Aqsa

Senin, 31 Juli 2017 – 13:41 WIB
Kamal Al-Khatib. Foto: Matanya Tausig/Flash 90

jpnn.com, YERUSALEM - Seorang tokoh pergerakan anti-Israel, Kamal Al Khatib menuduh pemerintah Israel telah menempatkan bahan kimia berbahaya di Masjid Al Aqsa, selama penutupan beberapa hari kemarin.

Kepada surat kabar Al Risala, Minggu (30/7), Khatib yang merupakan wakil pimpinan Gerakan Islam, organisasi yang dikenal frontal berlawanan dengan Israel, menuding aparat Israel telah mengotori dan menempatkan bahan-bahan kimia di dinding Masjid Al Aqsa, Yerusalem, saat hari-hari kawasan Al Aqsa ditutup untuk para calon jemaah yang akan beribadah.

BACA JUGA: Pemerintah RI Terus Dorong Kemerdekaan Palestina

"Pendudukan (penutupan) itu bertujuan untuk mengklaim Al Aqsa. Siang dan malam mereka melakukannya. Ada kemungkinan jeda masuk ke masjid dan saat hari-hari pertama bentrokan adalah waktu yang tepat mereka melakukan," kata Khatib, seperti dikutip juga oleh Israel National News.

Khatib yang saat ini dicekal Israel bepergian ke luar negeri itu meminta dibentuknya komite teknis khusus untuk melakukan inspeksi terhadap seluruh area Masjid Al Aqsa. "Israel harus bertanggung jawab penuh atas semua kerusakan di Masjid Al Aqsa dan sekitarnya," ujarnya.

BACA JUGA: Usulan Indonesia soal Perlindungan Masjid Al Aqsa jadi Pembicaraan Dunia

Khatib adalah wakil dari Ketua Gerakan Islam, Raed Salah yang saat ini sedang menjalani hukuman penjara karena hasutan. Seperti Salah, Khatib kini menjadi tersangka pidana sejumlah kasus kekerasan terhadap orang Yahudi.

Juga seperti Salah, Khatib sudah tidak asing dengan gerakan-gerakan anti-Israel. Tak lama setelah Salah dipenjara, Khatib mendesak umat muslim melakukan serangan terhadap Israel. (adk/jpnn)

BACA JUGA: Bentrok Lantaran Pembatasan Usia Masuk ke Al Aqsa, Satu Tewas, Lebih dari 50 Terluka

BACA ARTIKEL LAINNYA... PM Israel Marah Besar dengan Berita Al Jazeera soal Konflik di Yerusalem


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler