Pemerintah RI Terus Dorong Kemerdekaan Palestina

Senin, 31 Juli 2017 – 06:57 WIB
Menlu Retno Marsudi. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Komite Eksekutif Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) akan mengadakan pertemuan luar biasa tingkat menteri luar negeri untuk membahas krisis di kompleks Masjidilaqsa di Istanbul, Turki, besok (1/8). Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi akan menghadiri pertemuan tersebut.

”Menlu akan bertolak ke Istanbul besok (hari ini). Beliau akan didampingi oleh Plt Dirjen Multilateral,” kata Juru Bicara Kemlu Arrmanatha Nasir kepada Jawa Pos kemarin (30/7).

BACA JUGA: Usulan Indonesia soal Perlindungan Masjid Al Aqsa jadi Pembicaraan Dunia

Retno akan menyampaikan tiga poin utama dalam pertemuan tersebut. Pria yang akrab disapa Tata itu mengatakan, poin utama yang akan disampakan adalah Indonesia akan kembali menekankan posisi, pandangan, dan langkah yang sudah dilakukan untuk mendorong situasi di Kompleks Masjidilaqsa lebih baik.

”Yang kedua, Indonesia akan meminta kembali soliditas negara-negara anggota OKI untuk menekan Israel mengembalikan status quo Masjidilaqsa serta terus mendorong kemerdekaan Palestina,” tuturnya.

BACA JUGA: Bentrok Lantaran Pembatasan Usia Masuk ke Al Aqsa, Satu Tewas, Lebih dari 50 Terluka

Poin ketiga yang akan disampaikan Retno dalam pertemuan tersebut adalah konsep untuk mendorong masyarakat internasional PBB dalam pengawasan dan perlindungan atau international protection terhadap Masjidilaqsa. Tiga poin utama itulah, kata Tata, yang akan jadi perhatian Indonesia.

Pada kesempatan itu juga, Retno akan kembali mengingatkan negara-negara anggota OKI tentang misi utama OKI. Yakni untuk memerdekakan Palestina yang sekarang sudah 50 tahun dikuasai Israel.

BACA JUGA: PM Israel Marah Besar dengan Berita Al Jazeera soal Konflik di Yerusalem

Meskipun OKI masih belum berhasil memerdekakan Palestina, Retno yakin dengan persatuan, misi tersebut bisa terwujud.

”Kita enggak bisa tunggu 50 tahun lagi. Kita harus tingkatkan persatuan negara OKI untuk bisa mendorong masyarakat internasional. Itu yang jadi poin kita,” jelas Tata.

Sebelumnya, Indonesia juga sudah bersuara terkait tindak kekerasan dan pelaggaran HAM aparat keamanan Israel terhadap jamaah Palestina di Debat Terbuka Dewan Keamanan (DK) PBB di New York, Amerika Serikat, pekan lalu.

Delegasi Indonesia yang dipimpin Wakil Tetap RI untuk PBB di New York Dian Triansyah Djani, menyatakan Indonesia tidak dapat menerima adanya penggunaan kekerasan dan tidak dapat mentoleransi kekerasan sistemik dan pelanggaran terhadap hak-hak dasar bangsa Palestina. ”Termasuk hak untuk menjalankan ibadah,” tutur Triansyah.

Di hadapan anggota DK PBB, Indonesia juga menekankan bahwa Israel harus pertahankan status quo terhadap status Yerusalem dan kompleks Masjidilaqsa.

Indonesia mengusulkan agar masyarakat internasional menjadikan kompleks Masjidilaqsa di bawah perlindungan internasional untuk memastikan agar masyarakat Palestina terjamin dapat menjalankan ibadah secara aman.

Pemerintah Indonesia serius dengan komitmennya mendukung hak-hak bangsa Palestina dan selalu berada di garis depan dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

”Indonesia secara tegas menyatakan bahwa 50 tahun pendudukan Israel terhadap Palestina sudah terlalu lama. Enough is enough! Masyarakat Internasional tidak bisa menunggu 50 tahun lagi untuk kebebasan Palestina,” kata Triansyah tegas. (and)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Erdogan Panggil Umat Muslim di Dunia Lindungi Al Aqsa dari Israel


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler