Khofifah Berharap Rekonstruksi Bangunan Terdampak Gempa Malang Selesai dalam Dua Bulan

Senin, 12 April 2021 – 18:19 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) didampingi Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat meninjau lokasi terdampak gempa Malang, Senin (12/4). Foto: Humas Pemprov Jatim

jpnn.com, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap proses recovery dan rekonstruksi bangunan rumah yang terdampak gempa Malang bisa selesai dalam waktu dua bulan. 

"Sesuai arahan Bapak Presiden," ujar Khofifah saat meninjau lokasi terdampak gempa di Lumajang, Senin (12/4). 

Oleh karena itu, kata eks Menteri Sosial itu, pergerakan dari seluruh SDM TNI/Polri sedang dipetakan, sesuai dengan tingkat keparahan dan kerusakan masing-masing rumah.

Dia menyebut, jika kategori rusak ringan sampai sedang, maka dilakukan dengan skema swakelola.

BACA JUGA: Kemensos Serahkan Santunan untuk Ahli Waris Korban Meninggal Akibat Gempa

"Untuk kategori rumah yang rusak berat, bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp 50 juta, di luar biaya pembangunan. Sedangkan untuk pembenahan fasilitas umum dan fasilitas sosial akan ditangani oleh PUPR," jelas dia. 

Khofifah juga menyebutkan, untuk mempercepat proses rekonstruksi diperlukan langkah validasi yang cepat dan tepat. Agar, lanjut dia, jumlah dan kategori rumah terdampak gempa Malang segera diketahui. 

"Kategorinya sedang atau berat, begitu pula fasum dan fasos," tambah dia. 

Khofifah meminta pelaporan data bisa dilakukan dengan transparan, seperti diumumkan atau ditempel di balai desa, sehingga semua warga terdampak bisa nemastikan datanya tercatat dengan benar. 

"Format data ini kami pastikan lebih detail lagi dengan validasi data yang dikordinasikan para bupati. Dan di ini paling bawah oleh kepala desa, babinsa bhabinkamtibmas dan relawan. Termasuk teman-teman media bisa me-report jika ada yang tertinggal dalam pendataan," jelas dia. 

Selain itu, untuk mengantisipasi munculnya klaster Covid-19 di pengungsian, Khofifah mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan tunggu hunian sebesar Rp 500 ribu per bulan per rumah tangga. 

Diharapkan warga yang terdampak bisa menyewa rumah sembari menunggu proses rekonstruksi rumah mereka. 

"Masyarakat tidak terus berada di pengungsian. Meski Covid-19 ini telah melandai, tetapi belum berhenti penyebarannya," ujar Khofifah. (mcr12/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

BACA JUGA: Gempa Malang Bisa Picu Gunung Api Aktif hingga Tsunami? Begini Penjelasan BMKG


Redaktur & Reporter : Arry Saputra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler